Sistem penyiaran televisi konvensional yang saat ini digunakan di indonesia hampir memenuhi alokasi frekuensi yang disediakan oleh pemerintah, yaitu pada band iv dan v uhf (478-806 mhz), kanal 22-62 (total 41 kanal) dengan bandwidth kanal 8 mhz yang hanya mampu membawa i siaran untuk i kanal frekuensi. oleh sebab itu, diterapkanlah suatu sistem penyiaran televisi digital berbasis terrestrial (pemancaran bumi) yaitu sistem digital video broadcasting terrestrial (dvb-t) yang mampu mengefisiensikan spektrum frekuensi (6 siaran untuk i kanal frekuensi). data digital yang digunakan dalam standar dvb-t merupakan data terkompresi dalam format mpeg-2 (moving pictures expert group). dvb-t bekerja pada band iv dan v uhf (526-670 mhz), yaitu kanal 28-45 (total 18 kanal) dengan bandwidth kanal 8 mhz. untuk setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena i2 kanal lain digunakan di wilayah• wilayah layanan sekitarnya (pola reuse grup kanal frekuensi). pada proses propagasi menggunakan teknik modulasi orthogonal frequency division multiplexing (ofdm) dengan pilihan tipe modulasi quadrature phase shift neying (qpsk). i6 qam (quadrature amplitudo modulation) atau 64 q4am. pada sisi penerima, dibutuhkan sistem penerima digital yang berupa set top box (stb). diharapkan dalam waktu dekat secara bertahap dan terencana dapat diterapkan sistem dvb-t di indonesia sehingga lonjakan permohonan hak siar televisi di indonesia dapat teratasi dengan baik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI SISTEM DVB-T (DIGITAL VIDEO BROADCASTING TERRESTRIAL). Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN JARAK JAUH TERRESTRIAL (Trisna Diwa Riyaji, 2013)
Abstract
Baca Juga : PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK MULTIMEDIA UNTUK PROMOSI JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Ellyzar, 2020)