Kesehatan pendengaran menjadi prasyarat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia karena sebagian besar informasi diperoleh dari proses pendengaran yang baik. gangguan pendengaran yang terjadi pada bayi akan berdampak pada kemampuan bicara, berbahasa, kognitif, dan masalah sosial-emosional. deteksi dini fungsi pendengaran sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi adanya gangguan pendengaran pada bayi dengan menggunakan oae skrining. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko gangguan pendengaran dengan hasil pemeriksaan oae skrining pada bayi di nicu rsia banda aceh. penelitian ini menggunakan metode observasional analitik yang dilakukan di rsia banda aceh pada bulan september 2023 dengan total sampel sebanyak 262 bayi. hasil analisis menggunakan koefisien kontingensi c menunjukkan bahwa terdapat empat faktor risiko yang memiliki hubungan secara statistik (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN DENGAN HASIL PEMERIKSAAN OAE SKRINING PADA BAYI DI NICU RSIA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,
Baca Juga : HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA ANAK MENGGUNAKAN HASIL PEMERIKSAAN BRAINSTEM EVOKED RESPONSE AUDIOMETRY DI POLIKLINIK THT-KL RSUDZA BANDA ACEH (Rauzatil Aula Kasturi, 2019)
Abstract
Hearing health is an important prerequisite in determining the quality of human resources because most of the information is obtained from good hearing. Hearing loss that occurs in babies will have an impact on speech, language, cognitive abilities, and social-emotional problems. Early detection of hearing function is very important to identify hearing loss in babies using OAE screening. The aim of this study was to determine the relationship between risk factors for hearing loss and the results of OAE screening examinations in infants at NICU RSIA Banda Aceh. This study used analytical observational method which were carried out at RSIA Banda Aceh in September 2023 with 262 total sample of babies. Analysis results using the coefficient contingency C showed that there were four risk factors that had a statistical relationship (p
Baca Juga : DETERMINAN FAKTOR RISIKO HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI YANG MEMBUTUHKAN PHOTOTHERAPY DI RSIA STELLA MARIS MEDAN (Hanny Soraya Lubis, 2022)