Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Tuah Rizkiyah, ANALISIS KEEFEKTIFAN HUTAN MANGROVE DAN PEMECAH GELOMBANG TERHADAP GELOMBANG TSUNAMI DENGAN SOFTWARE DELFT3D DI PANTAL BANDA ACEH DAN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Teknik,

Indonesia sebagai negara kepulauan secara geologis rentan terhadap bencana alam pesisir, contohnya bencana tsunami aceh dan sumatera utara akhir tahun 2004 yang menelan banyak korban jiwa. ada beberapa usaha mitigasi tsunami yang dapat dilakukan, salah satunya dengan memodelkan struktur pelindung pantai (hutan mangrove dan pemecah gelombang) yang efektif sebagai bentuk mitigasi bencana tsunami. pemodelan ini dilakukan sepanjang satu garis pada pantai ujong pancu, kee. peukan bada, kab. aceh besar; pantai syiah kuala, kee. syiah kuala, kab. banda aceh, dan pantai kajhu, kec. baitussalam, kab. aceh besar, provinsi nanggroe aceh darussalam (nad). gelombang tsunami disimulasikan menggunakan model numerik delft3d-flow versi semi-id. model numerik ini mampu mensimulasi proses rambatan gelombang tsunami di kawasan onshore dan meninjau keefektifan mangrove dan pemecah gelombang terhadap gelombang tsunami sepanjang satu cell wide grid. simulasi dilakukan untuk 4 (empat) kondisi pada setiap lokasi pemodelan, yaitu (i) tanpa struktur pelindung pantai; (ii) dengan pemecah gelombang (kedalaman penempatan 5 m, 10 m, dan 15 m dengan tinggi puncak 3 m dan 1 m diatas msl, pada msl, serta 3 m dan 1 m di bawah msl); (iii) dengan mangrove (kepadatan hutan 3 dan 6 pohon/m untuk setiap lebar hutan 50 m, 100 m, 200 m, dan 500 m dari garis pantai); dan (iv) kombinasi antara pemecah gelombang dan mangrove (gabungan kriteria terbaik dari simulasi sebelumnya). dari setiap kondisi simulasi, ditinjau kondisi terefektif dengan menganalisa hasil simulasi yang bernilai maksimum berupa ketinggian air (run-up), inundasi, kedalaman inundasi, kecepatan aliran dan tinggi energi pada jarak 500 m dari garis pantai. setiap hasil simulasi dibandingkan antara kondisi (i) dengan kondisi terefektif pada kondisi (ii), (iii), dan (iv). hasil bandingan terbaik ditunjukkan pada kombinasi antara pemecah gelombang (kedalaman 10 m dengan tinggi puncak 1 m dan 3 m dari msl) dan mangrove (lebar hutan 500 m dengan 6 pohon/m). kombinasi ini mampu mereduksi tsunami dengan nilai persentase bandingan ketika menggunakan struktur pelindung pantai dan tanpa struktur pelindung pantai untuk ke tiga lokasi sebagai berikut: ketinggian air (run-up) 87%-95%, inundasi 87%-99%, kedalaman inundasi 37%-68%, kecepatan aliran 50%-83%, dan tinggi energi pada jarak 500 m dari garis pantai 86%-100%. pemecah gelombang dan hutan mangrove mampu mereduksi tsunami sehingga patut diaplikasikan sebagai upaya mitigasi tsunami.



Abstract



    SERVICES DESK