Penelitian ini mencoba merancang jaringan wimax sebagai penghubung antar kantor-kantor dalam lingkup pemerintahan kota banda aceh. keunggulan wimax menggunakan ofdm menjadikan sistem ini dapat diterapkan propagasi gelombang secara nlos. prediksi path loss yang tepat diharapkan memberikan parameter sistem yang memadai untuk jaringan ini. perencanaan dilakukan dengan menempatkan bts di kantor walikota menggunakan pita frekuensi 3,5 ghz, lebar kanal 3,5 mhz, tinggi antena 25 m, daya transmiller 34 dbm, dan antena omni-directional dengan gain 12 dbi. pada sisi cpe menggunakan antena directional dengan gain 18 dbi dan sensitivitas -100 dbm. gain penerima akan mempengaruhi tingkat penerirnaan sinyal oleh penerima, dan sensitivitas memberikan nilai margin yang berpengaruh pada performansi. perhitungan path loss dilakukan pada rentang jarak 0,3 - 4,6 1cm dari bts, dan ketinggian antena penerima pada 3 dan 10 m. hasil perhitungan menunjukkan, untuk ketinggian antena 10 m pada jarak sampai 4,6 km didapatkan nilai margin di atas 10 db, dan ini jauh lebih besar dari nilai minimum yang dibutuhkan sebesar 5 db. sedangkan untuk ketinggian 3 m, nilai margin hanya memenuhi kebutuban minimum pada jarak sampai 3,5 km, namun pada jarak di atas 3,5 km nilai margin telah lebih kecil dari margin minimum yang dibutuhkan. kata kunci: intranet, margin, path loss, wimax.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PERENCANAANJARINGAN INTRANET PEMERINTAHAN KOTA BANDA ACEH PENERAPAN PADA JARINGAN WIMAX. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : STUDI PERENCANAAN ALOKASI FREKUENSIRNJARINGAN WIMAX DI KOTAMADYA BANDA ACEH (Muhammad Sidiq, 2024)
Abstract
Baca Juga : BEST PRACTICE PENERAPAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK DI KOTA BANDA ACEH (NASYWA ALIFYA, 2026)