Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUHAMMAD HAVIES, ASIMILASI RESIKO PENGULANGAN TINDAK PIDANA SAAT PANDEMI COVID-19 ( SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B LANGSA). Banda Aceh Fakultas Hukum,2023

Abstrak m.havies, (2023) asimilasi resiko pengulangan tindak pidana saat pandemi covid-19 (suatu penelitian di lembaga pemasyarakatan kelas ii b langsa) fakultas hukum universitas syiah kuala (v, 51), pp.,tabl.,bibl. m. iqbal, s.h., m.h. asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak yang dilaksanakan dengan dibebaskan narapidana dan anak dalam kehidupan masyarakat. dalam administratif pemberian asimilasi ini, salah satu dokumen yang harus dilengkapi adalah laporan penelitian kemasyarakatan yang memuat hasil asesmen resiko pengulangan tindak pidana. dengan maraknya wabah covid- 19 saat ini, dalam membuat kebijakan pembebasan narapidana, pemerintah mengeluarkan peraturan menteri hukum dan ham nomor 32 tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan pencegahan covid-19. tujuan penelitian untuk menjelaskan proses pembinaan asimilasi covid-19 dan juga menjelaskan terkait pengaturan pembinaan asesmen resiko pengulangan tindak pidana. metode penelitian skripsi ini menggunakan penelitian empiris dengan menggabungkan data-data yang didapat dari kepustakaan dan penelitian lapangan. data kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dilakukan dengan cara mempelajarai literatur dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan masalah terkait, penelitian lapangan untuk memperoleh data premier dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. pengolahan data menggunakan pendekatan kualitatif dan hasil penelitian disaji menggunakan deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan asimilasi dilaksanakan bagi narapidana yang memenuhi syarat untuk mendapatkan asimilasi. sebelum dibebas rumahkan terlebih dahulu pembimbing kemasyarakatan terlebih dahulu mensosialisasikan terkait program asimilasi dan juga tugas dan tanggung jawab narapidana, narapidana juga akan diawasi dalam masa asimilasi oleh balai pemasyarakatan ditakutkan melakukan tindak pidana yang sama dalam keadaan ekonomi menurun diakibatkan wabah covid-19 kemudian bagi narapidana yang melakukan kembali tindak pidana dalam program asimilasi narapidana tersebut mendapatkan dua kosekuensi. pertama, dengan tindak pidana yang dilakukan. kedua mendapatkan hukuman tambahan dan ancaman hukuman berupa kurungan tikus. disarankan kepada petugas pemasyarakatan untuk meningkatkan kinerja serta kerja sama dengan masyarakat dan untuk pemerintah meningkatkan fasilitas guna menjalankan peraturan tersebut lebih optimal.



Abstract

-



    SERVICES DESK