Proses skrap adalah suatu proses pemesinan yang gerak potongnya merupakan gerak translasi yang dilakukan oleh pahat atau benda kerja. pada penelitian ini digunakan mata pahat jenis hss. penyekrapan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman potong (0,1; 0,5; 1; 1,5; 2) mm. proses skrap dilakukan dengan menggunakan cairan pendingin dan tanpa cairan pendingin. kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan surfcom 480 a tsk zeiss dan kerataannya diukur menggunakan dial indicator (jam ukur). proses pengukuran kekasaran permukaan dilakukan tegak lurus arah pemotongan dan pengukuran kerataan permukaan menggunakan pola union jack. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan terbesar adalah 9,779 um dengan kedalaman potong 2 mm tanpa menggunakan cairan pendingin, sedangkan nilai kekasaran permukaan terendah adalah 3,565 um dengan kedalaman potong 0,1 mm menggunakan cairan pendingin. dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan meningkat dengan semakin besar kedalaman potong. untuk kerataan permukaan hasil proses skrap didapat nilai kerataan terbesar 125 m pada kedalaman potong 1,5 mm dan kerataan terkecil -98 um pada kedalaman potong 0,5 mm tanpa menggunakan cairan pendingin. hal ini disebabkan karena adanya pengaruh panas dan getaran mesin. kata kunci :proses skrap, kekasaran permukaan, kerataan permukaan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN HASIL PROSES SKRAP RATA PADA BAJA KARBON S 45 C DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : PENGARUH PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN HASIL PROSES GERINDA RATA PADA BAJA KARBON S 45 C (ILHAM SETIAWAN, 2024)