Keausan merupakan salah satu faktor yang menentukan umur pahat, maka peningkatan tingkat keausan perlu ditinjau dengan memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. selain kondisi pemotongan dan penguasaan pahat merupakan syarat untuk menghasilkan produk dengan ketelitian yang tinggi. pahat karbida sering digunakan dalam proses pemesinan, dalam penelitian ini pahat yang digunakan adalah pahat karbida dengan memvariasikan kedalaman potong terhadap benda kerja stainless steel. untuk mengetahui mekanisme pertumbuhan keausan pahat karbida tersebut terhadap benda kerja stainless steel maka dilakukan proses skrap dengan variasi kedalaman potong antara 0.25, 0.50, 0.75 dan 1 mm. dari hasil penguian dan pengukuran didapatkan umur maksimum keausan mata pahat karbida sebesar 0,425 mm dengan lama waktu proses penyekrapan 16 menit pada kedalaman 1 mm. keausan di pengaruhi oleh kedalaman potong, semakin dalam kedalaman potong maka keuasan semakin besar. semakin besar keausan yang dialami mata pahat maka kondisi pahat akan semakin kritis, jika mata pahat tersebut masih tetap digunakan maka pertumbuhan keausan pahat akan semakin cepat dan ujung pahat akan semakin rusak atau berakhir masa pemakaiannya. kata kunci: proses skrap, mata pahat, keausan, kedalaman potong
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT KARBIDARNPADA PROSES SKRAP STAINLESS STEEL. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : UJI KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEAUSAN TEPI PADA PROSES BUBUT STAINLESS STEEL (ADE MIRMA, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT PADA PROSES GURDI DENGAN VARIASI BEBAN (RAHMAT, 2023)