Proses pengawetan ikan biasanya dilakukan dengan pengeringan. proses pengeringan dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan dengan menggunakan peralatan. pengeringan alamiah atau dengan cara penjemuran langsung dari panas matahari masih mempunyai kelemahan- kelemahan sehingga perlu kajian, pengembangan terhadap sistem dan teknologi pengeringan. pada kajian ini penulis melakukan pengujian pada sudut atap atap 5 °, 10 , 15", 20" dan 25 " dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah sebagai sumber energi panas. peralatan pengering ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu ruang pembakaran, saluran udara panas, ruang pengering dan cerobong. dari hasil penelitian distribusi tamperatur pengeringan dalam ruang pengering paling mendekati seragam yaitu dengan menggunakan sudut atap 25", semakin kecil sudut cerobong maka semakin besar aliran balik pada atap, hal ini menyebabkan semakin tingginya temperatur di dalam ruang pengering. kadar air sampel ikan sebelum dikeringkan 75,72 % dan kadar air akhir rata-rata ikan teri dengan temperatur pengeringan 60"c adalah 31,49 % dengan lama pengeringan 5 jam, dengan temperatur pengeringan 70"c kadar air akhir sebesar 32,39 % dengan lama pengeringan 4 jam, sedangkan dengan temperatur pengeringan 80 'c kadar air akhir adalah 30,47 % dengan lama pengeringan 3jam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI SUDUT ATAP PADA ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK UNTUK MENCAPAI KESERAGAMAN TEMPERATUR DI DALAM RUANG PENGERING. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : ANALISIS KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA SISTEM INSULASI ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK (AHZA PUTRI KHAIRUNA NASUTION, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN KARAKTERISTIK PERALATAN PENGERING HYBRID( ENERGI SURYA DAN GAS LPG ) UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (misswar abd, 2016)