Tugas akhir ini melaporkan hasil penelitian mengenai perilaku mekanik beton serat tebu, yang meliputi kuat tarik belah, dan kuat lentur beton. untuk itu dilakukan pengujian terhadap 40 buah benda uji silinder dengan ukuran standar, diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm, dan 40 buah benda uji bajok dengan ukuran standar 10 cm x 10 cm x 60 cm. pada penelitian ini digunakan faktor air semen 0,50. variasi penambahan serat tebu pada benda uji beton adajah 0%, l %, 2%, dan 3% dari volume beton. serat tebu yang digunakan berdiameter rata-rata 0,40 mm dan dipotong dengan panjang 25 mm. hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku mekanik beton dengan penambahan serat tebu dibanding.kan dengan beton tanpa serat tebu mengalami peningkatan. peningkatan yang terjadi dengan persentase serat 1%, 2%, dan 3 % untuk masing-masing pengujian, yaitu untuk kuat tarik belah umur 7 hari 25,90%: 8,40%; dan 18,88% dan untuk umur 28 hari 38,14%; 9,41%; dan 33,74%, untuk kuat lentur umur 7 hari 98,13%; 26,51%; dan 80,72%, dan untuk umur 28 hari 79,26%; 20,51%; dan 71,27%. penggunaan serat tebu dengan persentase serat 1%, 2%, dan 3% dari volume beton dan fas 0,50, memberikan konstribusi peningkatan kekuatan yang tinggi pada 1% dan 3% baik pada umur muda (7 hari) ataupun pada umur 28 hari. penggunaan serat tebu yang optimal adajah sebesar 3%, dimana peningkatan kuat tarik belah dan kuat lentur beton disertai dengan peningkatan daktilitas beton pada beban puncak. dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan serat tebu berpengaruh secara nyata terhadap kuat tarik belah, dan kuat lentur beton. kata kunci : serat tebu, fas, k:uat tarik lentur, kuat tarik belah. tugas akhir ini melaporkan hasil penelitian mengenai perilaku mekanik beton serat tebu, yang meliputi kuat tarik belah, dan kuat lentur beton. untuk itu dilakukan pengujian terhadap 40 buah benda uji silinder dengan ukuran standar, diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm, dan 40 buah benda uji bajok dengan ukuran standar 10 cm x 10 cm x 60 cm. pada penelitian ini digunakan faktor air semen 0,50. variasi penambahan serat tebu pada benda uji beton adalah 0%, 1%, 2%, dan 3% dari volume beton. serat tebu yang digunakan berdiameter rata-rata 0,40 mm dan dipotong dengan panjang 25 mm. hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku mekanik beton dengan penambahan serat tebu dibanding.kan dengan beton tanpa serat tebu mengalami peningkatan. peningkatan yang terjadi dengan persentase serat 1%, 2%, dan 3 % untuk masing-masing pengujian, yaitu untuk kuat tarik belah umur 7 hari 25,90%: 8,40%; dan 18,88% dan untuk umur 28 hari 38,14%; 9,41%; dan 33,74%, untuk kuat lentur umur 7 hari 98,13%; 26,51%; dan 80,72%, dan untuk umur 28 hari 79,26%; 20,51%; dan 71,27%. penggunaan serat tebu dengan persentase serat 1%, 2%, dan 3% dari volume beton dan fas 0,50, memberikan konstribusi peningkatan kekuatan yang tinggi pada 1% dan 3% baik pada umur muda (7 hari) ataupun pada umur 28 hari. penggunaan serat tebu yang optimal adajah sebesar 3%, dimana peningkatan kuat tarik belah dan kuat lentur beton disertai dengan peningkatan daktilitas beton pada beban puncak. dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan serat tebu berpengaruh secara nyata terhadap kuat tarik belah, dan kuat lentur beton. kata kunci : serat tebu, fas, kuat tarik lentur, kuat tarik belah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN SERAT TEBU TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON DAN KUAT LENTUR BETONRN(STUDI KASUS VARIASI PERSENTASE SERAT 1 %, 2%, DAN 3% DARI VOLUME BETON). Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : PENGARUH PENGGUNAAN SERAT ROVING PADA BETON NON PASIR TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON (Nazariatun, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) SUATU PENELITIAN BETON RINGAN DENGAN FAKTOR AIR SEMEN (FAS) 0,5 (Keumala Cutra S Zein, 2024)