Proses pembubutan merupakan suatu proses yang digunak.an untuk mengubah bentuk dari logam dengan cara memotong. pada prosesnya mesin bubut memerlukan sebuah pahat yang berfungsi sebagai penyayat bahan. pahat merupakan bagian yang sangat penting dalam proses permesinan di mesin bubut karena penggunaan pahat yang terus-menerus akan menyebabkan keausan pahat. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar laju keausan tepi pahat pada proses bubut knuth dengan kondisi tanpa cairan pendingin dan menggunakan cairan pendingin. pembidnaan dilakukan dengan menggunakan kecepatan potong 35 m/min, 50m/min . dengan variasi kedalaman potong. 0.1 (mm), 0,5 (mm), i (mm). 1.5 (mm). 2 (mm) dan pahat yang digunakan adalah pahat hss dengan sudut potong 90 sebanyal 20 buoh. untuk mengetahui mekanisme pertumbuhan keausan mata pahat dilakukan pengujian dengan kondisi lanpa cairan pendingin dan pendingin konvensional. dengan pemotoogan f= 0,5 (mm/r) serta kecepatan putaran spindel n = 193 (rpm), 419 (rpm)_ alat ukur yang digunakan adalah measuring microscope. dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keausan pahat terkecil terjadi pada kedalaman potong 0, i mm serta kecepatan potong 35 m/min dengan kondisi pendingin yaitu 0,1 mm dan terbesar pada kedalaman potong 2 mm serta kecepatan potong 50 m/min dengan kondisi tanpa pendingin yaitu 1,65 mm. ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kedalaman potong dan kecepatan potong serta tanpa perlakuan pendinginan maka nilai keausan tepi pahat (vb) akan semakin tinggi. kata kunci : bubut, keausan mata pahat, cairan pendingin.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEAUSAN PAHAT PADA PROSES BUBUT MENGGUNAKAN MESIN KNUTH BASIC 180 V. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : PENGARUH KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEAUSAN PAHAT FREIS END MILL PADA PROSES MILLING BAJA KARBON SEDANG (Alfisyahrin, 2024)
Abstract
Baca Juga : UJI KEAUSAN PAHAT KARBIDA PADA PROSES BUBUT STAINLESS STEEL DENGAN VARIASI PENDINGIN DAN KEDALAMAN POTONG (Hery Irfansyah, 2024)