Proses gerinda adalah suatu proses pemesinan yang merupakan proses finishing dari suatu material atau produk. pada penelitian ini digunakan batu gerinda jenis aluminium oxide (al2o3) dengan grit size 100. penggerindaan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman potong (a) yaitu 5, i 0, 15,20,25,30,35,40,45,50 (um). proses gerinda dilakukan untuk menguji kekasaran permukaan dan kerataan permukaan dengan menggunakan cairan pendingin dan tanpa cairan pendingin. kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan alat ukur kekasaran permukaan surf com 480 a tsk zeiss dan kerataannya diukur menggunakan dial indicator ( jam ukur). proses pengukuran kekasaran permukaan dilakukan tegak lurus arah pemotongan dan pengukuran kerataan permukaan menggunakan pola union jack. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan terbesar adalah 3,058 um dengan kedalaman potong 50 um tanpa menggunakan cairan pendingin, sedangkan nilai kekasaran permukaan terendah adalah 1,471 um dengan kedalaman potong 5 um menggunakan cairan pendingin. dari hasi i penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekasaran permukaan meningkat dengan semakin besar kedalaman potong. untuk kerataan permukaan hasil proses gerinda didapat kecekungan terendah adalah -12 um dengan kedalaman potong 5 um menggunakan cairan pendingin, sedangkan kecekungan terbesar adalah -78 um dengan kedalaman potong 50 um tanpa menggunakan cairan pendingin. tidak ada benda uji yang sempuma rata, karena adanya pengaruh panas dan getaran mesin. kata kunci : gerinda permukaan, kekasaran permukaan, kerataan permukaan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN BAJA KARBON S 45 C HASIL PROSES GERINDA RATA TIPE LFS 2213 M/H DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : PENGARUH PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN HASIL PROSES GERINDA RATA PADA BAJA KARBON S 45 C (ILHAM SETIAWAN, 2024)