Kebutuhan refrigerasi yang semakin meningkat serta harga energi bahan bakar yang semakin mahal membuat berbagai energi alternatif digunakan untuk refrigerasi. salah satu energi alternatifyang digunakan adalah energi gas buang. untuk memungknikan penggunaan energi ini, maka sistem refrigerasi yang digunakan adalah sistem refrigerasi absorpsi. perbedaan utama yang terdapat antara sistem refrigerasi absorpsi ini dengan sistem refrigerasi kompresi uap yang umum digunakan adalah pada proses penaikan tekanan refrigerannya. sistem absorpsi ini menggunakan amonia sebagai refrigeran dan air sebagai absorben. terdapat langkah- langkah yang perlu dilakukan dalam analisis dan simulasi sistem absorpsi ini. dalam menganalisa sistem ini, perlu diperhatikan konsentrasi refrigeran dan absorbennya. selain itu perlu dianalisa perpindahan panas pada komponen-komponen utama sistem. dari simulasi yang telah dilakukan, nilai cop minimun yang diperoleh adalah sebesar 0,31 dengan temperatur generator sebesar 100c, temperatur evaporator sebesar -15c, temperatur kondeser sebesar 35''c, dan temperatur absorber sebesar 25'c. adapun cop maksimum yang diperoleh adalah sebesar 0,74 dengan temperatur generator sebesar 10('c, temperatur evaporator sebesar 5''c temperatur kondenser sebesar 35'c, dan temperatur absorber sebesar 15'c. hasil ini diperoleh dengan menggunakan variasi dari temperatur masing-masing komponen siklus absorpsi. dari analisa dan simulasi yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa temperatur pada komponen utama siklus absorpsi yaitu generator, kondenser, evaporator, dan absorber sangat mempengaruhi nilai cop. selain itu, konsentrasi dari larutan amonia-air juga mempengaruhi nilai cop sistem absorpsi tersebut. kata kunci : absorpsi, cop, refrigerasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIMULASI UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN ABSORPSI DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANGRNSEBAGAI SUMBER KALOR. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL UNJUK KERJA AC DENGAN DAN TANPA DESUPERHEATER (Berlian Pagar Alam, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGUKURAN UNJUK KERJA SISTEM POMPA AIR TENAGA SURYA (Arif Yaddin, 2014)