Proses pengeringan biji kakao secara tradisional adalah penjemuran dengan memanfaatkan energi panas matahari secara langsung, penjemurannya biasa dilakukan diatas alas plastik ataupun diatas lantai semen. kelemahan pengeringan secara tradisional yaitu temperatur yang diterima oleh biji kakao tidak sama antara bagian atas dengan bagian bawah, biji kakao yang dikeringkan memerlukan pembalikan, disamping itu penjemuran ditempat terbuka dapat dengan mudah terkena kotoran hewan, debu dan diganggu oleh hama. penulis melakukan penelitian dengan menggunakan alat pengering tipe terowongan yang dilengkapi dengan plat kolektor surya. alat pengering tersebut diharapkan dapat bekerja dengan baik sehingga dapat mempertahankan kualitas dari biji kakao. pada alat pengering tersebut juga dipasang turbin ventilator yang bertujuan untuk membantu sirkulasi udara dalam ruang pengering dan diharapkan akan mempercepat proses pengeringan. temperatur tertinggi yang dapat dicapai oleh alat pengering ini adalah 79° c, yaitu temperatur pada permukaan plat kolektor. sedangkan temperatur tertinggi pada pengeringan tradisional adalah 36°c. pengeringan dengan menggunakan alat pengering membutuhkan waktu 8,5 jam. sedangkan pengeringan secara tradisional membutuhkan waktu 25,5 jam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL PENGERINGAN BIJI KAKAO. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : UJI SISTEM PENGERINGAN BIJI KAKAO MENGUNAKAN HIBRID ENERGI BERUPA ENERGI MATAHARI DAN BAHAN BAKAR (Nanda Saputra, 2016)