Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Susi Pinte Nate, BELENGGU BUDAYA PATRIAKI DAN DISKRIMINASI GENDER PADA PENERAPAN ADAT GAYO RN(STUDI PADA KAMPUNG BALE MUSARA, BENER MERIAH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2023

Patriaki memandang laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama, dan menetapkan peran serta tanggung jawab laki-laki dan perempuan. pembatasan yang dialami perempuan pada masyarakat gayo sebagai akibat dari konstruksi sosial patriaki. norma-norma, nilai-nilai, dan adat sumang yang terkait dengan patriaki dan menjadi belenggu bagi perempuan. membatasi kebebasan, hak, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat gayo kampung bale musara. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan nilai-nilai budaya dan tradisi adat yang memperkuat pola patriaki dan diskriminasi gender pada masyarakat gayo. menganalisis fenomena tersebut penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial gender raewyn connell. metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi sosial patriaki dalam adat gayo menciptakan ketidaksetaraan gender. praktik adat budaya sumang sebagai bagian dari identitas masyarakat, menjadi belenggu yang mempertahankan dan memperkuat sistem patriaki. menghambat partisipasi penuh perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas belenggu budaya dan dampaknya terhadap diskriminasi gender dalam penerapan adat masyarakat gayo. belenggu budaya patriaki dan konstruksi sosial gender memainkan peran penting dalam membentuk dinamika gender yang terlihat dalam interaksi sehari-hari, struktur sosial, dan pengambilan keputusan di dalam masyarakat. nilai-nilai budaya yang melekat dalam tradisi adat masyarakat gayo mengakar pada norma yang memberikan dominasi pada laki-laki. budaya sumang berperan dalam pembagian peran tradisional antara laki-laki dan perempuan. kata kunci: patriaki, konstruksi sosial, adat sumang gayo.



Abstract

Patriaki viewed men as the main power holders, and established the roles and responsibilities of men and women. Women's restrictions on Gayo society as a result of patriarchal social construction. The norms, values, and customs of sumang were associated with patriarchy and became shackles for women. Restricting freedom, rights, and participation in various Gayo community activities in Bale Musara village. The purpose of this study is to analyze the application of cultural values and traditions that strengthen patriarchal patterns and gender discrimination in Gayo society. Analysing this phenomenon using Raewyn Connell's theory of gender social construction. Qualitative research methods of phenomenological approaches. Data collection performed by observation, interview, and documentation. The results of this study suggest that patriarchal social construction in Gayo customs creates gender inequality. The traditional practice of Sumang culture as part of community identity becomes a shackle that maintains and strengthens the patriarchal system. Impeding women's full participation in social, economic, and political life. This study provides a deep understanding of the complexity of cultural shackles and their impact on gender discrimination in the application of Gayo society customs. The shackles of patriarchal culture and gender social construction play an important role in shaping the gender dynamics seen in everyday interaction, social structure, and decision-making within society. The cultural values inherent in the traditional Gayo society are rooted in norms that give dominance to men. Sumang culture plays a role in the division of traditional roles between men and women. Keywords: Patriaki, Social Construction, Sumang Gayo custom.



    SERVICES DESK