Batu ginjal merupakan proses terjadinya pembentukan endapan keras pada ginjal yang berasal dari garam mineral. prevalensi batu ginjal mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. tingginya kadar asam urat serum dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal. hal ini disebabkan karena terjadinya proses kristalisasi asam urat yang membentuk batu di ginjal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar asam urat serum dengan kejadian batu ginjal di rsudza banda aceh. penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. data penelitian ini diambil melalui rekam medis dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 62 sampel. analisis data yang digunakan yaitu uji koefisien kontingensi antara kadar asam urat serum dengan kejadian batu ginjal dengan hasil bermakna bila p-value < 0,05. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien batu ginjal lebih tinggi terjadi pada laki-laki sebanyak 23 orang (37,1%), pasien batu ginjal terbanyak pada rentang usia 36-45 tahun sebanyak 9 orang (14,5%), pasien batu ginjal banyak yang mengalami hiperurisemia yaitu 28 orang (45,2%) dan pasien batu ginjal yang tidak mengalami hiperurisemia berjumlah 3 orang (4,8%). hasil uji koefisien kontingensi didapatkan p-value sebesar 0,000 yang menandakan kedua variabel berhubungan. kesimpulan penelitian ini adalah kadar asam urat serum berhubungan dengan kejadian batu ginjal di rsudza banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT SERUM DENGAN KEJADIAN BATU GINJAL DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : HUBUNGAN POLA KONSUMSI PROTEIN HEWANI DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT BATU GINJAL DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Muhammad Sufriyudi, 2023)
Abstract
Kidney stones are the result of the formation of hard deposits in the kidneys derived from mineral salts. The prevalence of kidney stones has increased in recent decades. High serum uric acid levels can lead to kidney stones. This is due to the occurrence of the process of crystallization of uric acid that forms stones in the kidneys. The study aims to find out the relationship between serum uric acid levels and kidney stones in RSUDZA Banda Aceh. This research is analytical with cross sectional methods. The research data was taken through a medical record with sampling using purposive sampling of 62 samples. The data analysis used is a contingency coefficient test between serum uric acid levels and the occurrence of kidney stones with a meaningful result when the P-value < 0.05. The results of this study showed that patients with higher kidney stones occurred in 23 males (37.1%), patients with the highest renal stones in the 36–45-year-old range were 9 (14,5%), patients with many kidneys with hyperuricemia were 28 (45,2%) and patients with non-hyperuricemia were 3 (4.8%). The conclusion is that serum uric acid levels are linked to kidney stones in RSUDZA Banda Aceh.
Baca Juga : HUBUNGAN KADAR ASAM URAT TERHADAP KEJADIAN SINDROMA KORONER AKUT BERDASARKAN TEMUAN ANGIOGRAFI KORONER (MUHAMMAD MUSHADDIQ, 2021)