Tugas akhir ini berjudul pengaruh penggunaan proporsi agregat kasar, agregat halus, dan filler untuk mendapatkan kadar aspal optimum. penelitian ini dibagi dalam lima variasi campuran aspal beton. variasi tersebut yaitu fraksi kasar, fraksi halus, filler (66%, 29%, 5%), (60%, 34%, 6%), (56%, 36,5%, 7,5%), (51%, 40%, 9%), dan (35%, 44%, 10%). setiap variasi komposisi dicampur dengan kadar aspal yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. material yang digunakan adalah agregat batu pecah yang berasal dari desa lampisang, indrapuri aceh besar, aspal penetrasi 60/70, filler debu batu agregat itu sendiri. tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai kadar aspal optimum pada berbagai proporsi agregat kasar, agregat halus, dan filler sesuai dengan proporsi campuran yang dihasilkan. dari hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium transportasi fakultas teknik universitas syiah kuala menunjukkan variasi i dengan kadar aspal optimum (kao) 6,15% didapat nilai stabilitas 880,39 kg, flow 3,22 mm, kepadatan 2,48 gr/cm3, vma 17,73%, vim 3,92%, vfb 79,37%, mq 2,68 kn/mm. variasi il dengan kadar aspal optimum (kao) 6,20% didapat nilai stabilitas 872,73 kg, flow 3,28 mm, kepadatan 2,36 gr/cm', vma 17,78%, vim 3,85%, vfb 79,82%, mq 2,61 kn/mm. variasi iii dengan kadar aspal optimum (kao) 6,25% didapat nilai stabilitas 869,05 kg, flow 3,19 mm, kepadatan 2,36 gr/em, vma 17,81%, vim 3,77%, vfb 80,31%, mq 2.69 kn/mm. variasi iv dengan kadar aspal optimum (kao) 6,30% didapat nilai stabilitas 805,48 kg, flow 3,24 mm, kepadatan 2,36 gr/cm', vma 17,63%, vim 3,43%, vfb 82,12%, mq 2,44 kn/mm. variasi v dengan kadar aspal optimum (kao) 6,35% didapat nilai stabilitas 793,19 kg, flow 3,29 mm, kepadatan 2,36 gr/cm3, vma 17,64%, vim 3,32%, vfb 82,58%, mq 2,36 kn/mm. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kao yang diperoleh dari masing-masing variasi proporsi agregat kasar, agregat halus. dan filler semakin tinggi. nilai stabilitas dan nilai volume rongga dalam campuran beton aspal (vim) semakin rendah, hal ini dipengaruhi oleh bertambahnya agregat halus dan berkurangnya agregat kasar sehingga mengakibatkan jumlah luasan permukaan agregat halus yang dilapisi aspal lebih banyak di banding agregat kasar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN PROPORSI AGREGAT KASAR, AGREGAT HALUS DAN FILLER UNTUK MENDAPATKAN KADAR ASPAL OPTIMUM. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT HALUS SABANG DENGAN FILLER SERBUK BATA MERAH DAN ABU KULIT KOPI SERTA POLYPROPYLENE TERHADAP KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) (Mohd. Fahmi Abdya Putra, 2018)
Abstract
Baca Juga : PEMANFAATAN GONDORUKEM DAN AGREGAT HALUS SABANG DENGAN MENGGUNAKAN FILLER KOMBINASI ABU AMPAS TEBU DAN SEMEN UNTUK LASTON AC-WC (Muhammad Raisul Akram, 2019)