Eksfoliasi gigi sulung pada waktunya terkadang tidak selalu terjadi dan biasanya gigi sulung akan tetap bertahan lama di rongga mulut. gigi sulung yang masih belum tanggal saat gigi permanen penggantinya erupsi disebut persistensi dan hams dicabut,gigi persistensi yang tidak dicabut dapat menyebabkan maloklusi, erupsi ektopik bahkan impaksi gigi permanen penggantinya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui garnbaran kasus pencabutan gigi persistensi di poliklinik gigi rumah sakit ibu dan anak pemerintah aceh tahun 20i0, berdasarkan jenis kelamin, rahang yang terlibat dan jenis gigi yang dicabut. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien tahun 2010. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dan 1121 kasus pencabutan gigi sulung di poliklinik gigi rumah sakit ibu dan anak pemerintah aceh,diperoleh kasus pencabutan gigi persistensi sebanyak 383 kasus (34,17%) dari 284 rekam medik pasien. pencabutan gigi persistensi lebih banyak terjadi pada perempuan (61,27%) dan paling banyak ditemukan pada rahang bawah (19,80%) dibandingkan rahang atas (14,36%). jenis gigi persistensi yang paling banyak ditemukan adalah insisif sentraj rahang bawah (9,45%) diikuti dengan gigi insisif sentral rabang atas (6,42%). kata kunci : gigi persistensi, pencabutan gigi sulung
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN KASUS PENCABUTAN GIGI PERSISTENSI DR POLIKLINIK GIGI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PEMERINTAH ACEH TAHUN 2010. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2011
Baca Juga : GAMBARAN KASUS PENCABUTAN MOLAR PERTAMA PERMANEN KARENA KARIES PADA ANAK USIA RN6-12 TAHUN DI POLIKLINIK GIGI BLUD RSUDRN MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2010 (Fandi Anggriawan, 2015)