Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur yang paling sering terjadi di rongga mulut yang disebabkan oleh candida albicans (c. albicans). terapi yang digunakan untuk mengobati kandidiasis adalah dengan menggunakan antifungal baik yang berasal dari sintetik seperti nistatin maupun tanaman herbal. flavonoid dan tanin merupakan senyawa yang memiliki efek antifungal. anggur adalah salah satu tanaman yang mengandung flavonoid dan tanin, sehingga memiliki potensi efek antifungal. oleh karena itu, dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek antifungal ekstrak etanol kulit, biji, dan daging buah anggur (vitis vinifera) terhadap pertumbuhan c. albicans. kulit, biji, dan daging buah anggur diekstraksi dengan metode sokletasi. ekstrak tersebut diuji efek antifungal terhadap c. alb icons dengan menggunakan standort plate count, untuk mengetahui khm (kadar hambat minimum) dan kbm (kadar bunuh minimum) buah anggur. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah anggur memiliki efek antifungal terhadap c. albicans ditandai dengan adanya penurunan jumlah koloni dari setiap konsentrasi pada setiap ekstrak. sementara itu nilai khm dari kulit, biji dan daging buah anggur adalah sebesar 5 ml/ml, 3,75 ml/ml, dan 5 ml/ml, serta tidak ditemukan adanya nilai kbm. dari basil penelitian ini dapat disimpuikan bahwa ekstrak daging buah anggur rnemiliki efek antifungal terbesar, disusul biji dan kulit. kata kunci : candida albicans, kulit buah anggur, biji buah anggur, daging buah anggur, vitis vinifera.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN EFEK ANTIFUNGAL EKSTRAK ETANOL KULIT, BIJI, DAN DAGING BUAH ANGGUR (VILIS VINIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : DAYA HAMBAT EKSTRAK BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (Aynal Haniyati Ulfa, 2022)