Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang signifikan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian. insidensi tuberkulosis di indonesia pada tahun 2023 meningkat, dengan diabetes mellitus sebagai faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko hingga 2-3 kali lipat. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil klinis dugaan tuberkulosis paru pada pasien diabetes mellitus di poli endokrin dan poli dots rumah sakit dr. zainoel abidin (rsudza) banda aceh, mei-agustus 2023. metode deskriptif digunakan dengan total sampling dan analisis univariat. dari 58 pasien diabetes mellitus yang dicurigai mengidap tuberkulosis paru, mayoritas berusia >45 tahun (74,1%) dan laki-laki (70,7%). pemeriksaan hba1c >8% pada 48 pasien (82,8%) menjadi yang paling dominan dan menunjukkan kontrol buruk dengan rata-rata hba1c 11,3% ± 1,8. gejala klinis yang paling umum adalah batuk lebih dari 2 minggu dan penurunan berat badan (75,9%). uji cepat molekuler mendeteksi mycobacterium tuberculosis pada 23 pasien (76,7%), dengan keringat malam (82,6%) sebagai keluhan utama setelah batuk. penelitian ini menyoroti bahwa pasien diabetes mellitus dengan satu atau lebih gejala klinis tuberkulosis paru dapat dicurigai menderita penyakit tersebut.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROFIL KLINIS DUGAAN TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : KARAKTERISTIK KLINIS TUBERKULOSIS EKSTRA PARU DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN TAHUN 2024 (NISRINA ALYA FASHA HARAHAP, 2025)
Abstract
Pulmonary tuberculosis is a significant infectious disease worldwide and a leading cause of death. The incidence of tuberculosis in Indonesia in 2023 has increased, with diabetes mellitus as a risk factor that can elevate the risk by 2-3 times. This study aims to describe the clinical profile of suspected pulmonary tuberculosis in patients with diabetes mellitus at the Endocrine Clinic and DOTS Clinic of Dr. Zainoel Abidin Hospital (RSUDZA) in Banda Aceh from May to August 2023. A descriptive method was employed using total sampling and univariate analysis. Among the 58 suspected pulmonary tuberculosis patients with diabetes mellitus, the majority were aged >45 years (74.1%) and male (70.7%). HbA1C examination revealed that >8% in 48 patients (82.8%) was the most dominant, indicating poor control, with an average HbA1C of 11.3% ± 1.8. The most common clinical symptoms were cough lasting more than 2 weeks and weight loss (75.9%). Rapid molecular testing detected Mycobacterium tuberculosis in 23 patients (76.7%), with night sweats (82.6%) being the primary complaint after cough. This study highlights that diabetes mellitus patients with one or more clinical symptoms of pulmonary tuberculosis may be suspected of having the disease.