Sefalometri lateral merupakan salah satu penunjang dalam penegakan diagnosis. terdapat beberapa analisis dalam sefalometri salah satunya yaitu analisis tweed. analisis tweed diperkenalkan oleh charles h tweed dengan menetapkan diagnosis berdasarkan segitiga pada wajah dengan melihat sudut frankfort mandibular plane angel (fmpa), frankfort mandibular insisor angle (fmia) dan insisor mandibular plane angle (impa). tujuan penelitian ini adalah untuk. melihat nilai analisis tweed suku aceh deutro-melayu, yang dilakukan pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas syiah kuala usia 18-25 tahun serta membandingkanya dengan ras kaukasoid. jenis penelitian ini ialah deskriptif analiti.k dengan jumlah subjek 42 orang, 18 laki-laki dan 24 perempuan. hasil penelitian menunjukan nilai fmpa, fmia, dan impa ialah 19,55°, 60,02° dan 100,12"° serta terdapat perbedaan signifikan antara analisis tweed suku aceh deutro-melayu pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas syiah kuala dengan ras kaukasoid. kata kunci : sefalometri lateral, analisis tweed, fmp a, fmia, impa, suku aceh deutro-melayu
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN ANALISIS TWEED SUKU ACEH DEUTRO-MELAYU DENGAN RAS KAUKASOID SECARA SEFALOMETRI LATERAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : ANALISIS KECEMBUNGAN PROFIL SKELETAL SUKU DEUTRO MELAYU SECARA SEFALOMETRI LATERAL (Mela Ayu Azuma, 2022)
Abstract
Baca Juga : GAMBARAN LNDEKS WAJAH SUKU ACEH DEUTRO-MELAYU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2009-2012 (Shyntia dewi Aryani, 2023)