Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia, pada tahun 1992 world health organization (who) telah mencanangkan tuberkulosis sebagai global emergency. pada tahun 2004 who menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis. indonesia menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlab kasus tuberkulosis setelah india dan china. penelitian ini benujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepositifan basil tahan asaro (bta) dengan gambaran foto toraks pada penderita tuberkulosis paru. penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel 34 orang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling dan data dianalisis dengan chi-square. hasil penelitian dari 34 sampel penderita tb paru, didapatkan hasil bta 1+ sebanyak 15 sampel dengan kelainan radiologi minimal lesi (13,3%), moderately advanced (33,3%), far advanced (53.4%). bta 2+ dengan 7 sam pel didapatkan minimal lesi (14,4%), moderately advanced (42,8%). far advanced (42.8%). pada bta 3+ yang minimal lesi (14.4%), moderately advanced (28,5%), far advanced (57,1%). sedangkan pada bta negatif juga dijumpai adanya kelainan radiologi, yaitu minimal lesi (40%), moderately advanced (40%) dan far advanced (20%). untuk hasil analisis staristik menuniukkan tidak ada hubunoan vane signifikan antara tingkat kepositifan basil tahan asam bta) dengan zambaran foto toraks (p > 0,05). kata kunci : tuberkulosis paru, bta.. radiolosi torak
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT KEPOSITIFAN BASIL TAHAN ASAM (BTA) DENGAN GAMBARAN LUAS LESI RADIOLOGI TORAKS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI BAGIAN/SMF PULMONOLOGI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2011
Baca Juga : HASIL PEMERIKSAAN SPIROMETRI DAN LUAS LESI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI UNIT DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT COURSE) POLIKLINIK PARU RSUDZA PERIODE NOVEMBER-DESEMBER TAHUN 2012 (Cek Bisminadya, 2016)