Pasien-pasien yang kehilangan fungsi ginjalnya secara berat dikenal dengan gagal ginjal terminal (ggt). keadaan ini mengharuskan pasien untuk menjalani hemodialisis yang berguna untuk mengganti fungsi ekskresi ginjalnya. pasien yang menjalani hemodialisis cenderung men galam i malnutrisi sehingga menyebabkan risiko mortalitasnya meningkat, beberapa ahli mengatakan malnutrisi dijadikan prediktor mortalitas pasien hemodialisis, salah satu teknik penilaian status nutrisi adalah dengan menggunakan subjective global assessment (sga). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status nutrisi pasien hemodialisis di lnstalasi dialisis, rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin (rsudza) banda aceh dengan menggunakan sga. jenis penelitian ini deskriptif dengan desain cross sectional. pengambilan sampel dilakukan secara total sampling melibatkan 62 responden. hasil penelitian menunjukkan 51 pasien termasuk dalam kelas a atau bernutrisi baik (80,7%), 11 pasien kelas b atau malnutrisi (17,7%), dan 1 pasien termasuk kelas c atau malnutrisi berat (l,6%).dari 62 pasien tersebut, 12 orang (19,3%) didiagnosis mengalami kelainan nutrisi. berdasarkan karakteristik demografi, usia yang paling banyak mengatami malnutrisi adalah kelompok usia >50-60 tabun 21 orang (33,9%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 26 orang (41,9%), dan lama hemodialisis terbanyak >_ 2 tahun 45 orang (72.6%). kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien yang menjalani terapi hemodialisis termasuk dalam kelas a atau bemutrisi baik. kata kunci : hemodialisis, sga, nutrisi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STATUS NUTRISI PASLEN HEMODIALISIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT (SGA) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZALNOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : HUBUNGAN STATUS GIZI, ADEKUASI HEMODIALISIS, DAN KADAR NT-PROBNP DENGAN EFUSI PLEURA PADA PASIEN HEMODIALISIS KRONIK (Amelia Cassandra, 2025)