Latar belakang : preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai proteinuria pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengalami hipertensi. eklampsia adalah kasus akut pada preeklampsia yang disertai kejang. sirkulasi uteroplasenta terganggu mengakibatkan pertukaran oksigen dan nutrisi juga terganggu. hal ini memberikan dampak pada janin diantaranya asfiksia neonatorum. tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklampsia- eklampsia terhadap kejadian asfiksia neonatorum. metode : studi analitik cross sectional design, dilakukan pada 94 responden yang dilakukan pada bulan maret 2013 di instalasi rekam medik rsudza. variabel penelitian ini adalah preeklampsia-eklampsia dan kejadian asfiksia neonatorum. hasil : hasil penelitian ini adalah 41% kasus preeklampsia, 10% eklampsia, 25% kejadian asfiksia ringan serta 13% asfiksia berat. sebanyak 39 responden preeklampsia, 21 responden diantaranya melahirkan bayi dengan asfiksia dan 9 responden eklampsia, 7 responden diantaranya melahirkan bayi dengan asfiksia.. berdasarkan uji chi square untuk preeklampsia-eklampsia dengan p= 0,000 < a 0,05 (pr : 3,35; ii : 1,71-6,57). kasus preeklampsia meningkatkan risiko terjadinya asfiksia neonatorum. kesimpulan : preeklampsia-eklampsia mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian asfiksia neonatorum dan diantara keduanya mempunyai hubungan faktor resiko. kata kunci: asfiksia, preeklampsia/eklampsia
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA-EKLAMPSIA TERHADAPRNKEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAHRNSAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDINRNBANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PREEKLAMPSIA/EKLAMPSIA PADA IBU HAMILRNYANG DIRAWAT DI RUANG KEBIDANANRNRSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA RNACEH TAHUN 2011 (RIZKI AMALIA, 2014)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA RUMAH SAKIT DI KOTA BANDA ACEH (Elvi junita, 2016)