Preeklampsia berat menjadi salah satu masalah obstetrik yang harus diperhitungkan. preeklampsia adalah terjadinya peningkatan tekanan darah paling sedikit 140/ 90, proteinuria, clan edema preeklampsia berat merupakan risiko yang dapat membahayakan ibu dan janin. pada preeklampsia berat terjadi gangguan pada plasenta yang dapat menimbulkan gangguan oksigenisasi dan nutrisi pada janin. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan preeklampsia berat dengan gangguan janin berupa asfiksia neonatorum. jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yang menggunakan analisa statistik dengan uji chi-square. jumlah sampel 82 ibu bersalin periode 1 januari 2009- 31 desember 2009 yang diperoleh dari rekam medik rumah sakit umum daerah dr. zainoel abidin banda aceh yang dibagi atas 41 ibu dengan diagnosa preeklampsia berat clan 41 ibu dengan diagnosa kehamilan normal. penelitian ini mendapatkan distribusi frekuensi pasien preeklampsia berat dengan basil luaran asfiksia neonatorum sebanyak 3 neonatus clan pasien yang kebamilan normal dengan hasil luaran asfiksia neonatorum sebanyak 6 neonatus. penelitian juga mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara preeklampsia berat dengan asfiksia neonatorum, dengan nilai p 0.105 (p > 0,05). kesimpulan: tidak terdapatnya hubungan preeklampsia berat dengan asfiksia neonatorum kata kunci: preeklampsia berat, gangguan oksigenisasi, asfiksia neonatorum
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA BERAT DENGAN KEJADIAN KASUS ASFIKSIA NEONATORUMRNDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAHRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2012
Baca Juga : HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN ANGKA KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUDZA (Cut Meurah Intan, 2014)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN PEMBERIAN DEKSAMETASON TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA KELAHIRAN PREMATUR DI RSUDZA (CUT MEUTIA, 2018)