Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Elvrida Rosa, ANALISIS SPASIAL DAN APLIKASI TEKNOLOGI BIOREMEDIASI SERTA AMELIORASI DALAM UPAYA REKLAMASI TANAH PASCA PENAMBANGAN SEMEN. Banda Aceh Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Universitas Syiah Kuala,2023

Sektor pertambangan selain memiliki peran yang penting dalam perekonomian di indonesia, juga menyebabkan kerusakan ekosistem dan tanah secara langsung maupun tidak langsung. salah satu tambang jenis bahan baku semen di indonesia terletak di provinsi aceh, yaitu di kecamatan lhoknga kabupaten aceh besar. pasca penambangan bahan baku semen mengakibatkan lapisan tanah atas dan vegetasi hilang, lanskap berubah, terjadinya perubahan ph tanah, suhu tanah yang meningkat, pemadatan tanah, kandungan unsur hara dan bahan organik tanah rendah, terbentuk lereng yang terjal sehingga membuat lereng lebih rentan terhadap longsor, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan terhadap kesuburan tanah dan kondisi hidrologis. selain itu menyebabkan ekosistem alami di sekitar lahan rusak dan tanah menjadi tandus, yang berdampak secara tidak langsung pada pertumbuhan tanaman di lahan yang telah ditambang sebelumnya sehingga tidak dapat berkembang dan menghasilkan dengan baik. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hara tanah bekas penambangan bahan baku semen dan pengaruh aplikasi biokompos (bioremediasi) pada berbagai masa inkubasi serta aplikasi pupuk organik cair (ameliorasi) terhadap hasil dan serapan hara tanaman kacang tunggak (vigna unguiculata l.) pada berbagai komposisi media tanam dari bahan baku semen. selanjutnya untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program reklamasi dan teknologi konservasi pada lahan bekas penambangan di kecamatan lhoknga kabupaten aceh besar. analisis spasial dan pengambilan sampel tanah dilakukan di lokasi izin usaha pertambangan (iup) operasi produksi siltsone di kecamatan lhoknga, kabupaten aceh besar, provinsi aceh dengan metode survei lapangan menggunakan sistem informasi geografis (sig). percobaan inkubasi komposisi media tanam dan biokompos dilakukan dirumah kaca menggunakan analisis rancangan acak lengkap (ral) 4 x 4 dengan 3 kali ulangan dan penanaman tanaman kacang tunggak dilakukan di lapangan menggunakan analisis rancangan acak kelompok (rak) 4 x 3 dengan 3 kali ulangan, serta analisis respon masyarakat terhadap program reklamasi dan konservasi lahan pasca tambang menggunakan metode observasi, wawancara, focus group discussion (fgd) dan rapid rural appraisal (rra). hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis karakteristik tanah pasca penambangan material bahan baku semen yang telah dipetakan pada lahan yang akan di reklamasi di kecamatan lhoknga kabupaten aceh besar, secara keseluruhan tergolong rusak/kritis. hal ini ditunjukkan dari hasil analisis sifat fisika dan kimia tanah sampel yang diujikan. kemungkinan besar masalah ini akan menjadi salah satu faktor pembatas terhadap tingkat keberhasilan usaha reklamasi lahan bekas tambang. perlakuan bioremediasi berupa aplikasi perbandingan rasio media tanam yaitu tanah bekas tambang : biokompos dengan rasio 1:3 (25:75) dengan masa inkubasi 2 minggu mampu memperbaiki karakteristik tanah dari sisi kualitas sifat fisika dan kimia tanah bekas penambangan bahan baku semen di kecamatan lhoknga kabupaten aceh besar. perlakuan ameliorasi berupa penambahan pupuk organik cair pada berbagai media tanam secara statistik belum memberikan pengaruh yang nyata, tetapi memberikan interaksi yang nyata terhadap hasil tanaman kacang tunggak (vigna unguiculata l.) pada berbagai komposisi media tanam. masyarakat sekitar perusahaan (naga umbang, aneuk paya dan lampaya) pada umumnya setuju dengan aktifitas pertambangan, aktifitas reklamasi dan program konservasi pada lahan bekas tambang di kecamatan lhoknga kabupaten aceh besar. kata kunci: ameliorasi, bioremediasi, tanah pasca tambang, reklamasi, spasial



Abstract

The mining sector, apart from having an important role in the economy in Indonesia, also causes damage to ecosystems and soil directly or indirectly. One of the mines for cement raw materials in Indonesia is located in Aceh Province, namely in Lhoknga District, Aceh Besar District. Ex-mining of cement raw materials resulted in the loss of topsoil and vegetation, the landscape changed, changes in soil pH, increased soil temperature, soil compaction, low nutrient and soil organic matter content, steep slopes formed which made the slopes more vulnerable to landslides, causing changes to soil fertility and hydrological conditions. Besides that, it causes the natural ecosystem around the land to be damaged and the soil to become barren, which has an indirect impact on plant growth on previously mined land so that it cannot develop and produce properly. The aims of this study was to determine the nutrient characteristics of ex-mining soil for cement raw materials and the effect of biocompost application (bioremediation) at various incubation periods and liquid organic fertilizer application (amelioration) on the yield and nutrient uptake of cowpea plants (Vigna unguiculata L.) at various compositions growing media from cement raw materials. Furthermore, to find out the community's response to the reclamation program and conservation technology on ex-mining land in Lhoknga District, Aceh Besar District. Spatial analysis and soil sampling were carried out at the mining business permit for siltsone production operations in Lhoknga subdistrict, Aceh Besar District, Aceh Province with a field survey method using a geographic information system (GIS). The incubation experiments of the composition of the planting medium and biocompost was carried out in a greenhouse using a 4 x 4 completely randomized design analysis with 3 replications and the planting of cowpea plants was carried out in the field using a 4 x 3 randomized block design analysis with 3 replications, as well as analysis of community responses to ex-mining reclamation land and conservation programs using observation, interviews, Focus Group Discussion (FGD) and Rapid Rural Appraisal (RRA) methods. The results showed that the analysis of the characteristics of ex-mining soil for cement raw materials which had been mapped on land to be reclamated in Lhoknga subdistrict, Aceh Besar District, as a whole was classified as damaged/critical. This is shown from the results of the analysis of the physical and chemical properties of the soil samples tested. Most likely this problem will be one of the limiting factors to the success rate of ex-mining reclamation land. Bioremediation treatment in the form of a comparison of the ratio of planting media, namely ex-mining soil: biocompost with a ratio of 1:3 (25:75) with an incubation period of 2 weeks was able to improve the quality of the physical and chemical properties of ex-mining soil in Lhoknga subdistrict, District Aceh Besar. The amelioration treatment in the form of adding liquid organic fertilizer to various planting media did not statistically have a significant effect, but did provide a significant interaction on the yield of cowpea (Vigna unguiculata L.) on various planting media compositions. The communities surrounding the company (Naga Umbang, Aneuk Paya and Lampaya) generally agree with mining activities, reclamation activities and conservation programs on ex-mining land in Lhoknga subdistrict, Aceh Besar District. Keywords: amelioration, bioremediation, ex-mining soil, reclamation, spatial



    SERVICES DESK