Ada beberapa faktor risiko yang diyakini menyebabkan tingginya angka kejadian ispa pada bayi dan balita, antara lain status gizi,status pemberian asi, status imunisasi, status pemberian vitamin a, lingkungan rumah, dan keberadaan anggota keluarga yang merokok. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ispa pada bayi dan balita. desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan pada tanggal 28 juli-13 agustus 2010 di puskesmas kopelma darussalam dengan jumlah sampel 62 orang ibu yang anaknya (bayi atau balita) menderita ispa. alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 20 item pertanyaan, dan metode yang digunakan adalah wawancara terpimpin dengan berpedoman pada kuesioner. hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa (1) tidak ada hubungan antara faktor umur terhadap kejadian ispa pada bayi daan balita (p=0,605,p>a). (2) tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin terhadap kejadian ispa pada bayi dan balita (nilai p=, 0,175,p>a). (3) ada hubungan antara faktor status gizi terhadap kejadian ispa pada bayi dan balita (p=0,001, p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI DAN BALITA YANG BERKUNJUNG KE PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH 2010. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,
Baca Juga : INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH TAHUN 2013 (sry agus mariyati, 2013)
Abstract
Baca Juga : GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH (Yulia Mawaddah Indah Sari, 2019)