Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Sonia Zuhra, COMPARATIVE ANALYSIS OF FINANCIAL TECHNOLOGY GROWTH AND REGULATION IN INDONESIA AND MALAYSIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2023

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pertumbuhan dan peraturan dari teknologi finansial di indonesia dan malaysia. data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, dan data analisis pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang dijabarkan dalam bentuk dekskriptif. penelitian ini menemukan bahwa indonesia dan malaysia telah berinvestasi pada perkembangan ekosistem fintech di masing-masing negara, dan masih memiliki banyak potensi untuk mengembangkan industry ini, dikarenakan produktivitas yang bertumbuh dan cakupan pasar pada industry ini masih memiliki banyak ruang untuk peningkatan dengan terus meningkatnya penggunaan servis fintech setiap tahun. indonesia dan malaysia harus memeriksa berbagai macam factor dan menilai resikonya terhadap negara masing-masing, seperti perubahan regulasi, permintaan pasar dan adaptasi pengguna, juga keamanan cyber dan privasi data. dikarenakan perbedaan lingkungan dan profil fintech, kedua negara dapat belajar dari masing-masing penerapan fintech. terutama pada stabilitas finansial dan perlindungan pelanggan, dikarenakan kedua negara menghadapi kondisi dan keaadan yang berbeda, dimana besarnya populasi dan cakupan pasar mempengaruhi industry fintech pada negara. kedua negara harus dapat menggunakan peraturan dan pengawasan untuk mengontrol stabilitas finansial dan resiko yang ada pada bisnis fintech. kata kunci: teknologi finansial, pertumbuhan, peraturan, indonesia, malaysia.



Abstract

The objective of this research is to analyse the growth and regulation of Financial Technology in Indonesia and Malaysia. Data used in this research is secondary data, and the data analysis in this research is qualitative method explained in a descriptive way. The research found that Indonesia and Malaysia have invested in the ecosystem development of FinTech in their respected country and still have a lot of potential to grow in the industry, as their productivity growth, market size, and economic growth still have a lot of room for improvement with the increase of FinTech services employed every year. The central banks of both nations are responsible for overseeing monetary policy and Fintech business industry. Indonesia and Malaysia must examine a variety of factors and assess the risk to the nation, such as the regulatory changes, market demand and user adoption, as well as cybersecurity and data privacy. Due to their varied FinTech environments and profiles, both nations may learn from one another's FinTech implementation. Particularly when it comes to financial stability and consumer protection, as both nations face different conditions and circumstances, namely population size and market size which affecting FinTech industry in the country. Both nations should be able to use regulation and oversight to control the financial stability and risk associated with the FinTech business. Keywords: Financial Technology, Growth, Regulation, Indonesia, Malaysia.



    SERVICES DESK