Jembatan luan linggi merupakan jembatan yang terletak di kabupaten simeulue yang dibangun ulang pada tahun 2021, dikarenakan pilar jembatan luan linggi yang lama pernah patah akibat bencana gempa samudra hindia tahun 2004 dan diperparah dengan terjadinya gempa nias tahun 2005. akibatnya jembatan tidak layak lagi digunakan dan didesain ulang pada tahun 2015 serta dibangun ulang pada tahun 2021. penelitian ini berfokus untuk menghitung nilai daya dukung dan penurunan pada pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok. penelitian ini diawali dengan menggunakan aplikasi sap2000 untuk menghitung pembebanan jembatan. selanjutnya dilakukan perhitungan daya dukung ultimit tiang tunggal menggunakan metode luciano decourt dan aplikasi plaxis v.8.6. hasil yang didapatkan pada penelitian ini ialah besarnya nilai daya dukung ultimit pondasi tiang pancang tunggal dengan metode luciano decourt ialah sebesar 375,228 ton, sedangkan dengan menggunakan plaxis ialah sebesar 239,608 ton. selanjutnya menghitung nilai efisiensi tiang pancang menggunakan metode converse-labarre, dengan hasil sebesar 0,747 dan daya dukung ultimit kelompok tiang pancang sebesar 5887,728 ton, nilai daya dukung tiang kelompok dari plaxis sebesar 3678,608 ton. nilai penurunan pada tiang pancang tunggal yang dihitung secara empiris sebesar 2,88 cm, sedangkan nilai penurunan tiang pancang tunggal yang dihasilkan dari software plaxis ialah sebesar 2,72 cm serta nilai penurunan tiang pancang kelompok menggunakan metode vesic ialah sebesar 8,8 cm. kata kunci: daya dukung pondasi, pondasi tiang pancang, sap2000, luciano decourt, plaxis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN DAYA DUKUNG PONDASI MENGGUNAKAN METODE LUCIANO DECOURT DAN PENURUNAN PONDASI MENGGUNAKAN METODE VESIC (STUDI KASUS: JEMBATAN LUAN LINGGI, KABUPATEN SIMEULUE). Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Sipil,2023
Baca Juga : ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE STATIS DAN METODE DINAMIS (STUDI KASUS: PROYEK JEMBATAN RAYEUK PANGE KABUPATEN ACEH UTARA) (CUT SITTI RAFIDATUL HILDAYANI, 2021)
Abstract
The Luan Linggi Bridge is a bridge located in Simeulue Regency that was rebuilt in 2021, because of the pillars of the old Luan Linggi Bridge were broken by the Indian Ocean Earthquake in 2004 and getting worse by the Nias Earthquake in 2005. As a result, the bridge was no longer suitable for use and was redesigned in 2015 and rebuilt in 2021. This research focuses on calculating the bearing capacity and settlement values of single and group pile foundations. This research begins by using SAP2000 software to calculate the bridge loading. Furthermore, the calculation of the ultimate bearing capacity of a single pile is carried out using the Luciano Decourt method and the Plaxis V.8.6 application. The results obtained in this study are the value of the ultimate bearing capacity of a single pile foundation using the Luciano Decourt method is 375.228 tons, while the value of the ultimate bearing capacity of a single pile calculated using Plaxis is 239.608 tons. The research continued by calculating the pile efficiency value using the Converse-Labarre method, with the result of 0.747 and the ultimate bearing capacity of the pile group of 5887.728 tons, the value of the bearing capacity of the pile group from Plaxis is 3678.608 tons. The empirically calculated single pile settlement value is 2.88 cm, while the single pile settlement value generated from Plaxis software is 2.72 cm and the group pile settlement value using the Vesic Method is 8.8 cm. Keywords: Bearing capacity, pile foundation, SAP2000, Luciano Decourt, Plaxis
Baca Juga : TINJAUAN PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA JEMBATAN RUNDENG KABUPATEN ACEH SINGKIL (MUHAMMAD RIZA, 2024)