Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Said Miftahul Fahmi, PLACE NAMES ON THE WEST COAST OF ACEH: A STUDY OF ETYMOLOGY, TOPONYMY AND ECOSYSTEM. Banda Aceh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala,2023

Penamaan tempat memiliki peran penting dalam menentukan identitas suatu lokasi dan masyarakatnya. penelitian ini berfokus pada proses penamaan tempat di aceh, khususnya di wilayah kabupaten aceh barat dan nagan raya. dengan menganalisis 29 desa di sepanjang pantai barat aceh, penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi penamaan tempat-tempat tersebut dan mengungkap pola-pola. temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa fitur geografis mendominasi pola penamaan, dengan 14 desa dinamai berdasarkan unsur-unsur alam seperti pohon dan kolam, mencerminkan hubungan kuat antara masyarakat dengan lingkungannya. selain itu, dalam artikel ini, penelitian juga mengidentifikasi pola-pola penamaan lainnya, termasuk peristiwa sejarah, asal-usul penduduk, fitur geografis, bangunan bersejarah, dan cerita rakyat lokal, yang memamerkan warisan budaya yang kaya dan hubungan yang mendalam antara masyarakat dengan tanah mereka. penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur toponimi di aceh, mengisi kesenjangan penting dalam pengetahuan yang sudah ada. kurangnya informasi komprehensif dan referensi mengenai toponimi di aceh telah menyebabkan spekulasi tentang asal-usul nama tempat. temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang etimologi nama tempat, memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang identitas budaya dan signifikansi sejarah komunitas-komunitas ini.



Abstract

Place names play a significant role in defining the identity of a location and its people. This research focuses on the process of naming places in Aceh, specifically in the districts of West Aceh and Nagan Raya. By analyzing 29 villages along the west coast of Aceh, the study investigates the factors that influence the naming of these places and uncovers patterns. The research findings reveal that geographical features dominate the naming patterns, with 14 villages named after natural elements such as trees and ponds, reflecting the strong bond between the communities and their environment. Additionally, in this article, the study also identifies other naming patterns, including historical events, people's origins, geographical features, historical buildings, and local folklore, which showcase the rich cultural heritage and deep-rooted connections of the communities with their land. This research contributes to the literature on toponymy in Aceh, filling a critical gap in the existing knowledge. The lack of comprehensive information and references on toponymy in Aceh has led to speculation about the origins of place names. The study's findings provide valuable insights into the etymology of place names, enabling a better understanding of the cultural identity and historical significance of these communities.



    SERVICES DESK