Implementasi kebijakan merdeka belajar kemendikbud di sekolah menengah atas di kota banda aceh oleh: maisal rahmadi aka npm: 2009200050028 komisi pembimbing: 1. dr. khairuddin, m. pd. 2. dr. ismail, m. pd. abstrak implementasi merdeka belajar diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di indonesia melalui beberapa peluang yang diberikan seperti adanya kebebasan pada murid untuk memilih bidang studi yang akan mereka dalami dan juga kesempatan bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan yang diadakan baik dari kementerian pendidikan maupun secara internal oleh pihak sekolah. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, dan hambatan dalam implementasi kebijakan merdeka belajar di sekolah menengah atas negeri di kota banda aceh. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru mata pelajaran di sman 3 banda aceh dan sman 7 banda aceh. adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil dari segi proses implementasi kebijakan merdeka belajar di sman 3 dan sman 7 yaitu dimulai dengan menentukan panitia pelaksana merdeka belajar, mengikuti pelatihan bersama kemendikbud, mengikuti workshop mandiri terkait merdeka belajar, menyusun program unggulan berdasarkan ip5, dan melakukan analisis terhadap sikap dan gaya belajar murid. hasil terkait pelaksanaan program merdeka belajar diantara sman 3 dan sman 7 sedikit berbeda, pelaksanaan program merdeka belajar di sman 3 berfokus pada pengembangan kreatifitas guru, gaya belajar dan kemampuan siswa. sman 7 banda aceh proses pelaksanaan program merdeka belajar dimulai dengan merealisasikan program penelitian berbagai bidang studi dan mewajibkan siswa untuk memilih salah satu bidang yang ingin mereka teliti. sementara peran guru dalam pelaksanaan program ini sebagai koordinator program. kelemahan dari pelaksanaan program merdeka belajar ini disampaikan dalam uraian beberapa hambatan bagi sebagian guru untuk memahami program merdeka belajar ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dan juga pengalaman sebelumnya semasa di perkuliahan mereka terutama terkait pengajaran berbasis digitalisasi. sman 7 turut menyatakan hambatannya dalam pandangan mereka ada pada pendanaan untuk menjalankan program merdeka belajar secara mandiri, dan sulitnya melakukan penilaian deskriptif. sman 3 menyatakan hambatannya adalah kesulitan untuk mengelompokkan kelas berdasarkan minat meskipun sudah melakukan penilaian karakter dan juga masih terdapat keterlambatan bagi sebagian guru untuk beradaptasi dengan teknologi, dibandingkan para siswa. kata kunci: merdeka belajar, implementasi kebijakan, sekolah menengah atas.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KEMENDIKBUD DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan,2023
Baca Juga : KESIAPAN SEKOLAH PENGGERAK PADA JENJANG PAUD DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI KABUPATEN BENER MERIAH (Lia mauliyana, 2023)
Abstract
IMPLEMENTING THE POLICY OF MERDEKA BELAJAR KEMENDIKBUD AT SENIOR HIGH SCHOOLS IN BANDA ACEH CITY ABSTRACT (Maisal Rahmadi Aka) The implementation of Merdeka Belajar is expected to improve the quality of education in Indonesia through several opportunities provided such as the opportunity for students to choose the field of study they will pursue and also the opportunity for teachers to increase their capacity through training programs from the Ministry of Education and schools independently. The purpose of this research is to find out the planning, implementation, and obstacles in the implementation of Merdeka Belajar Policy in Public Senior High Schools in Banda Aceh City. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The subjects of this research were the vice principal for curriculum and subject teachers at SMAN 3 Banda Aceh and SMAN 7 Banda Aceh. The results of this study demonstrate the results in terms of the implementation process of Merdeka Belajar policy at SMAN 3 and SMAN 7, namely starting with determining the Merdeka Belajar implementation committee, attending training with the Ministry of Education and Culture, attending independent workshops related to Merdeka Belajar, compiling superior programs based on IP5, and conducting an analysis of students' learning styles. The results related to the implementation of Merdeka Belajar program between SMAN 3 and SMAN 7 are slightly different, the implementation of Merdeka Belajar program at SMAN 3 focuses on developing teacher creativity, learning styles and student abilities. While SMAN 7 Banda Aceh, the implementation of Merdeka Belajar program is to realize research programs in various fields of study and require students to choose one of the fields they want to research. Meanwhile, the teacher's role in implementing Merdeka Belajar is as a program coordinator. The weaknesses of the implementation of Merdeka Belajar program are conveyed in the description of several obstacles for some teachers to understand Merdeka Belajar program due to lack of socialization and also previous experience during their lectures, especially digitalization. SMAN 7 also stated that the obstacles in their view were in funding to run the Merdeka Belajar program independently, and the difficulty of conducting descriptive assessments. SMAN 3 also stated that the obstacle was difficulty to classify classes based on interests even though they had conducted character assessments and there was still a slow progress for some teachers to adapt to technology compared to students. Keywords: Merdeka Belajar, Planning, Implementation, Obstacles
Baca Juga : HAMBATAN GURU DALAM PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH (Hayyatun, 2024)