Secara umum wajib pajak enggan dalam membayar pajak, sehingga wajib pajak berusaha untuk membayar pajak dengan jumlah yang minimal sejauh dimungkinkan. upaya meminimalisir jumlah pajak yang terutang dapat dilakukan dengan thin capitalization (kapitalisasi tipis) yaitu dengan melakukan pendanaan dominan menggunakan utang dibandingkan dengan ekuitas perusahaan. dalam thin capitalization wajib pajak berusaha untuk membebankan biaya bunga yang lebih besar, karena menurut undang-undang pajak penghasilan no.36 tahun 2008 pasal 6 yang menyatakan bahwa biaya bunga tergolong dalam deductible expense yaitu kelompok beban yang dapat mengurangi jumlah pengenaan pajak. untuk memproteksi adanya pembebanan biaya bunga yang berlebihan oleh wajib pajak, maka pemerintah indonesia membuat kebijakan melalui peraturan menteri keuangan (pmk) nomor 169/pmk.010/2015 tentang debt-to-equity ratio (der). tetapi pada pendekatan der tersebut juga memiliki kelemahan, dan ternyata banyak perusahaan yang menggunakan kelemahan der untuk menjadi celah dalam melakukan penghindaran pajak. melihat hal tersebut, oecd dan g20 merekomendasi untuk menerapkan rasio interest-to-ebitda yang diprediksi dapat memberikan batasan bagi perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio interest-to- ebitda terhadap pembatasan beban bunga. jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, yaitu laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi bursa efek indonesia (bei). populasi dalam penelitian ini adalah indeks idx quality 30 dan terdapat 20 perusahaan sebagai sampel penelitian yang sudah memenuhi beberapa kriteria pada penelitian ini. teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. metode analisis data dalam penelitian ini dengan analisis linier sederhana menggunakan aplikasi excel dan spss 20. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio interest-to- ebitda tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH INTEREST-TO-EBITDA DALAM PEMBATASAN PEMBEBANAN BUNGA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PENGHINDARAN PAJAK (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN INDEKS IDX QUALITY 30 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA). Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2023
Baca Juga : PENGARUH KONEKSI POLITIK, TRANSAKSIRNPIHAK BERELASI, DAN TATA KELOLA RNPERUSAHAAN TERHADAP PENGHINDARANRNPAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANGRNTERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Muhammad Nashir, 2022)
Abstract
In general, taxpayers are reluctant to pay taxes, so taxpayers try to pay taxes with a minimal amount as far as possible. Efforts to minimize the amount of tax owed can be done by thin capitalization, namely by making dominant funding using debt compared to company equity. In thin capitalization, taxpayers try to charge greater interest costs, because according to Income Tax Law No. 36 of 2008 Article 6, interest costs are classified as deductible expenses, which are expense groups that can reduce taxation. To protect the imposition of excessive interest costs by taxpayers, the Indonesian government makes policies through the Minister of Finance Regulation (PMK) number 169/PMK.010/2015 concerning Debt-to-Equity Ratio (DER). However, in the application of DER, it has weaknesses that can be a loophole for companies in tax avoidance, namely if the company has an amount of debt that exceeds the ratio allowed in DER, then the company can manipulate the value of its capital by adding to the company's capital, so that the ratio of debt to capital is still within the ratio allowed in DER. Because many companies use this loophole, the OECD and G20 recommend implementing an interest-to-EBITDA ratio that is predicted to provide limits for companies in tax avoidance. This study aims to determine the effect of the Interest-to-EBITDA ratio on the limitation of interest expenses. This type of research is quantitative research using secondary data, namely financial statements obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange (IDX). The population in this study is the IDX Quality Index 30 and there are 20 companies as research samples that have met several criteria in this study. The sampling technique uses nonprobability sampling technique with Purposive Sampling method. The data analysis method in this study used simple linear analysis using Excel and SPSS 20 applications. The results of this study show that the Interest-to-EBITDA ratio has no effect on tax avoidance.