Partisipasi adalah peran seseorang atau sekelompok orang terhadap proses pembangunan dengan memberikan masukan berupa pernyataan atau berupa kegiatan gagasan, tenaga, waktu, keahlian, modal, bahan, serta pemanfaatannya dengan menikmati hasil pembangunan. pembangunan adalah serangkaian usaha pembangunan berkelanjutan terdiri dari masyarakat, bangsa, dan seluruh kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan nasional sebagaimana dimaksud pada pembukaan uud 1945 yaitu “melindungi segenap bangsa, dan seluruh tumpah darah indonesia, mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan di kota banda aceh. metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. penelitian ini menggunakan teori partisipasi menurut cohen dan uphoff (dalam dwiningrum 2011: 61-62). hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan pada musrenbang sudah dikatakan terlibat bagus, namun masih dalam kategori minim karena keterbatasan jumlah undangan dalam rapat musrenbang. serta tidak adanya kebijakan khusus untuk pengoptimalisasinya partisipasi perempuan didalam forum musrenbang tersebut, kurangnya keterlibatan partisipasi perempuan karena masih adanya beberapa kendala yang terjadi, yakni keterbatasan anggaran dan rendahnya pendidikan. diharapkan tidak terbatasnya undangan pada saat rapat musrenbang kota, jikalau bisa dibuatkan suatu tempat konsultasi usulan seperti layanan pengaduan, jadi bisa rutin kapan saja bisa memberikan usulan tanpa harus menunggu tahun depan, karena tahun depan bisa saja berubah dengan menyesuaikan kondisi dan situasi yang ada. serta pemerintah dapat tetap membangun kesadaran kepada perempuan sehinga terlibat dalam proses pembangunan, dalam faktor-faktor penghambat segera diatasi melalui sosialisasi betapa pentingnya patisipasi perempuan dalam pembangunan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2023
Baca Juga : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA PAYA TAMPAH KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG (Sri Nur Khairina, 2024)
Abstract
Participation is the role of a person or group of people in the development process by providing input in the form of statements or in the form of activities of ideas, energy, time, expertise, capital, materials, and their utilization by enjoying the results of development. Development is a series of sustainable development efforts consisting of the community, the nation and the entire life of the nation in achieving the national goal as referred to in the preamble of the UUD 1945, namely "protecting the entire nation and all of Indonesia's bloodshed, realizing public welfare, educating the nation's life, and participating in carrying out public order." a world based on freedom, lasting peace and social justice. The purpose of this study was to determine women's participation in development planning meetings in Banda Aceh City. The method used in this research is descriptive qualitative, with data collection methods of Observation, Documentation, and Interviews. This study uses Participation Theory according to Cohen and Uphoff (in Dwiningrum 2011: 61-62). The research results show that women's participation in Musrenbang has been said to be good, but is still in the minimal category due to the limited number of invitations to Musrenbang meetings. As well as the absence of a special policy to optimize women's participation in the Musrenbang forum, the lack of involvement in women's participation is due to several obstacles that still occur, namely budget limitations and low education. It is hoped that there will be no limited number of invitations at City Musrenbang meetings, if a place for consultation on proposals can be created, such as a complaint service, so that you can routinely give proposals at any time without having to wait for next year, because next year could change to adjust to existing conditions and situations. And the government can continue to build awareness of women so that they are involved in the development process, and inhibiting factors can be immediately overcome through socialization about the importance of women's participation in development.