Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Sausan Zarera, PENGARUH PEMAKAIAN NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) SERAT ABAKA TERHADAP KUAT GESER BALOK BETON. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023

Perkembangan industri konstuksi yang ada di indonesia berkembang sangat pesat. dengan demikian, muncul inovasi terbaru yang bisa dilakukan untuk perbaikan dan perkuatan struktur bangunan yaitu dengan menggunakan fiber reinforced polymer (frp) pada balok beton bertulang. frp adalah salah satu jenis material ringan yang terdiri dari matrik resin polimer dan serat yang memiliki kuat tarik sangat tinggi. penggunaan frp sebagai material komposit pada struktur merupakan material alternatif yang banyak digunakan untuk perkuatan dan perbaikan struktur beton bertulang. namun kelemahan dari frp ini adalah biaya yang relatif tinggi, sehingga diperlukan alternatif lain yang menggunakan serat alami seperti nfrp (natural fiber reinforced polymer). metode perkuatan nfrp yang digunakan adalah dengan cara ditempelkan serat pada dua permukaan balok beton dengan perekat resin epoxy. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan beban lendutan maksimum pada balok berdasarkan jumlah lapisan nfrp.jumlah benda uji yang digunakan adalah benda uji balok yang berukuran 15 cm x 15 cm x 450 cm yang berjumlah 9 benda uji, dimana yang memakai 1 lapis ada 3 buah benda uji, yang memakai 2 lapis ada 3 buah benda uji dan benda uji yang tidak diapisi serat abaka berjumlah 3 buah benda uji. benda uji beton silinder berukuran (150 x 300) mm sebagai quality control. berdasarkan hasil penilitian, didapatkan lendutan yang terjadi di beton normal sebesar 5,924 mm pada saat mencapai beban maksimum 28,45 ton, lendutan yang terjadi pada bsab lp1 sebesar 3,998 mm pada beban maksimum 25,95 ton, dan lendutan yang terjadi pada bsab lp 2 sebesar 1,994 mm pada saat beban 29,52 mm. berdasarkan penelitian, posisi penempelan nfrp pada balok beton bertulang mempenaruhi peningkatan geser yang terjadi.



Abstract

The construction industry in Indonesia has been rapidly developing. Consequently, the latest innovation for building structure improvement and reinforcement involves the use of Fiber Reinforced Polymer (FRP) in reinforced concrete beams. FRP is a lightweight material composed of a polymer resin matrix and high-strength fibers. The use of FRP as a composite material in structures is an alternative widely employed for reinforcing and repairing reinforced concrete structures. However, one drawback of FRP is its relatively high cost, which necessitates alternative approaches using natural fibers such as Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP).The NFRP reinforcement method employed involves attaching fibers to two surfaces of the concrete beam using epoxy resin as an adhesive. The objective of this research is to determine the increase in maximum deflection load in the beams based on the number of layers of NFRP. Nine test specimens were used, consisting of beams measuring 15 cm x 15 cm x 450 cm. Three of these specimens had one layer of NFRP, three had two layers, and three were not coated with abaca fibers. Additionally, cylindrical concrete specimens measuring (150 x 300) mm were used for quality control. Based on the research results, the deflection observed in normal concrete was 5.924 mm when it reached a maximum load of 28.45 tons. The deflection in BSAB LP1 was 3.998 mm at a maximum load of 25.95 tons, while the deflection in BSAB LP2 was 1.994 mm at a load of 29.52 tons. The research indicates that the placement of NFRP on reinforced concrete beams affects the increase in shear strength.



    SERVICES DESK