Latar belakang: efisiensi merupakan suatu usaha optimalisasi sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan keluaran dengan maksimal. sejak penerapan sistem pembayaran ina cbg, rumah sakit dituntut untuk melakukan menyesuaikan sumber daya dalam proses pelayanan pasien agar biaya rawatan pasien tidak melebihi tarif yang akan dibayarkan oleh bpjs. ruang rawat intensif adalah ruang perawatan khusus yang menghabiskan banyak biaya, memerlukan peralatan yang canggih dan sumber daya manusia (sdm) khusus, sehingga ruang rawat intensif perlu memperhatikan efisiensi ruangannya. data envelopment analysis (dea) merupakan suatu program linear non-parametrik yang dapat mengukur efisiensi relatif melalui pemetaan frontier produksi. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi, usaha dan kendala efisiensi ruang rawat intensif rsudza dari sisi sdm, perlatan, dan keuangan. metode: penelitian ini dilakukan di rsudza, sebuah rumah sakit pendidikan tipe a dengan menggunakan metode kombinasi kuantitatif-kualitatif dengan pendekatan sequential explanatory design. peneliti mengukur efisiensi tiap ruang rawat intensif yakni icu 1, icu 2, iccu, picu, nicu, dan ricu dengan metode dea menggunakan aplikasi maxdea lite 2.0. kemudian melakukan wawancara mendalam terhadap case manager dan kepala ruang rawat intensif. hasil: perhitungan menunjukkan secara umum ruang rawat intensif rsudza berada dalam kondisi efisien, kecuali ruang nicu. disampaikan oleh kepala ruang nicu bahwa los nicu level 3 cukup panjang, terutama pada bayi prematur dan karena keterbatasan kapasitas ruang picu. dari sisi sdm, kualitas dan kuantitas dokter sudah sesuai standar. kualitas dan kuantitas perawat belum sepenuhnya terpenuhi. proses perawatan alat sudah sesuai standar. proses perbaikan alat belum memenuhi standar. tidak ada tarif khusus ruang rawat intensif, clinical pathway sulit diimplementasikan, dan coding berjalan sesuai standar. kesimpulan: ruang rawat intensif yang tidak efisien adalah nicu. kendala terkait efisiensi ruang rawat intensif adalah kurangnya jumlah perawat. sulit melakukan perbaikan alat saat sedang di luar jam kerja, dan lamanya perbaikan akibat tidak tersedianya suku cadang. tidak terlaksananya clinical pathway dan tidak ada tarif khusus ruang rawat intensif. kata kunci: ruang rawat intensif, efisiensi, dea
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS EFISIENSI RUANG RAWAT INTENSIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN DENGAN PENDEKATAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA). Banda Aceh Fakultas Kedokteran Magister Kesehatan Masyarakat,2023
Baca Juga : ANALISIS PENGKONDISIAN UDARA UNTUK KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG RAWAT INTENSIF (ICU) DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Mahruza, 2024)
Abstract
Background: Efficiency is a way to optimize any resources that used for producing an Output in a maximal level. Since INA CBG has been used for hospital payment system, hospital was forced to keep the amount of resources that used is less than the cost that paid by BPJS. Intensive care unit is a spesific ward in the hospital that cost a lot for patient care, using a high technology machine, and needs a qualified human resources. Thus, intensive care unit should be concern about their efficiency. Data Envelopment Analysis (DEA), a non-parametric linear program that can measure the state of relative efficiency with production function mapping. Aim of this study is to measure intensive care unit’s efficiency, also any effort and obstacle at they are facing to reach an efficient state at human resource, equipment, and finance side. Method: The study is a mixed method with sequential explanatory desain. Study was conduct at RSUDZA, a type A teaching hospital, with mixed method. We are measuring efficiency of each unit, ICU 1, ICU 2, ICCU, PICU, NICU, and RICU, with MAXDEA Lite 2.0 program. Then followed by indepth interview with case manager and head of each intensive care units. Result: The calculation of efficiency result is all of intensive care unit at RSUDZA are efficients except NICU. Head of NICU was said that caused by long of LOS at level 3 NICU, especially for premature baby case and the limited capacity of PICU. At human resources side, the quality and quantity of the doctor was accorded to the standard. But, the quality and quantity of nurse was not accomplished at all. The maintenance process was up to standard, but the repair process was not. There is no specific rate for intensive care unit, clinical pathway was hard to be implemented, and coding process was up to standard. Conclusion: Inefficient intensive room was NICU. any obstacle related to efficiency at intensive care unit is lack number of nurses. After hours repairing process takes more time, also there is no available sparepart. The clinical pathway is not implemented and there are no special rates for intensive care rooms. Keyword: Intensive Care Unit, Efficiency, DEA