Buah amla (emblica officinalis) adalah buah yang berasal dari india dan tergolong ke dalam family euphorbiaceae. buah amla banyak digunakan sebagai tanaman obat karena mengandung komponen bioaktif seperti polifenol. senyawa bioaktif dari buah amla diperoleh melalui proses ekstraksi dengan bahan baku berupa simplisia. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan simplisia dan kinetika pengeringan dari buah amla serta pengaruhnya terhadap ekstrak buah amla yang dihasilkan. untuk mendapatkan ekstrak amla dengan kualitas yang baik, dilakukan intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode microwave-assisted extraction (mae). penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak amla sebagai serum anti-acne. buah amla yang digunakan pada penelitian ini dikeringkan menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven, kemudian diolah menjadi simplisia. pengaruh metode pengeringan, suhu udara pengeringan dan ketebalan sampel juga diselidiki. pada penelitian ini, rasio kelembaban untuk setiap kondisi pengeringan dievaluasi menggunakan model empiris dan semi-empiris. proses ekstraksi senyawa bioaktif dari buah amla dilakukan dengan metode maserasi dan kemudian dilakukan intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode mae. senyawa bioaktif pada ekstrak dianalisis menggunakan ftir dan uji fitokimia, sedangkan aktivitas antibakteri dari ekstrak diuji menggunakan metode difusi cakram kirby-bauer. ekstrak yang diperoleh dimanfaatkan sebagai serum untuk anti-acne. hasil penelitian menunjukkan bahwa model midili dkk., memberikan nilai r2 tertinggi pada semua eksperimen. konstanta laju pengeringan (k) meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan dan menurun dengan bertambahnya ukuran sampel. kehilangan panas selama pengeringan oven lebih rendah dibandingkan dengan pengeringan matahari, sehingga konstanta laju pengeringan (k) untuk metode pengeringan oven lebih tinggi daripada pengeringan matahari. nilai deff meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan dan penurunan ukuran bahan. peningkatan ukuran bahan menyebabkan energi aktivasi yang dibutuhkan meningkat. nilai energi aktivasi yang diperoleh yaitu 20,230 kj/mol untuk irisan i dan 22,006 kj/mol untuk irisan ii. pengaruh metode pengeringan terhadap yield, senyawa bioaktif dan aktivitas antibakteri ekstrak amla juga diselidiki. yield ekstrak amla meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan. yield tertinggi diperoleh pada suhu 70℃ menggunakan pengeringan oven, yaitu sebesar 53,47%. analisis ftir menunjukkan bahwa pengeringan matahari dan pengeringan oven tidak memiliki efek kualitatif pada senyawa bioaktif dalam ekstrak amla. analisis ini juga menunjukkan bahwa ekstrak amla mengandung senyawa bioaktif yang divalidasi dengan analisis fitokimia. aktivitas antibakteri sampel yang dikeringkan dengan oven pada suhu 40℃ menghasilkan zona hambat tertinggi sebesar 24,57 mm dibandingkan dengan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu lainnya. hasil intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode mae menunjukkan bahwa metode mae lebih efektif dalam mengekstrak senyawa fenol dan flavonoid dari buah amla. diperoleh yield maksimum (52,43%) pada kondisi ekstraksi selama 4 menit, konsentrasi etanol 60% dan rasio sampel terhadap pelarut 1:10 g/ml. ekstrak amla yang dihasilkan dengan metode maserasi memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingan dengan metode mae. hasil analisis ftir menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan terhadap gugus fungsi ekstrak amla yang diperoleh menggunakan metode ekstraksi yang berbeda. analisis gc-ms menunjukkan bahwa ekstrak amla mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan. selanjutnya ekstrak amla yang diperoleh menggunakan metode mae pada kondisi operasi terbaik diaplikasikan ke dalam formulasi serum anti-acne. formulasi serum anti-acne dari ekstrak amla memenuhi persyaratan untuk produk perawatan kulit dan aman untuk digunakan, serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. kata kunci: buah amla, pengeringan, ekstraksi, ekstrak amla, serum
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PROSES PENGOLAHAN BUAH AMLA (EMBLICA OFFICINALIS) DAN APLIKASINYA SEBAGAI SERUM ANTI-ACNE. Banda Aceh Program Doktor Ilmu Teknik (S3),2023
Baca Juga : RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA ALAT PEMISAH BIJI BUAH AMLA (ADI DARMANSYAH, 2024)
Abstract
Amla (Emblica officinalis) is a fruit that comes from India and belongs to the Euphorbiaceae family. Amla fruit is widely used as a medicinal plant because it contains bioactive compounds such as polyphenols. Bioactive compounds from amla fruit are obtained through an extraction process with raw materials in the form of simplicia. This research aims to study the process of making simplicia and the drying kinetics of amla fruit and its effect on the resulting amla extract. To obtain amla extract with good quality, the extraction process was intensified using the microwave-assisted extraction (MAE) method. This study also aims to determine the potential of amla extract as an anti-acne serum. In this study, amla was dried using sun drying and oven drying, then processed into simplicia. The influence of the drying method, drying air temperature, and sample thickness were also investigated. In this study, the moisture ratio for each drying condition was evaluated using empirical and semi-empirical models. The extraction process of bioactive compounds from amla was carried out using the maceration method, and then the extraction process was intensified using the MAE method. The bioactive compounds in the extracts were analyzed using FTIR and phytochemical tests, while the antibacterial activity in the extracts was tested using the Kirby-Bauer disk diffusion method. The extract obtained was used as a serum for anti-acne. The results showed that the model of Milli et al., gave the highest R2 value in all experiments. The drying rate constant (k) increased with increasing drying air temperature and decreased with increasing sample size. The heat loss during oven drying is lower than during sun drying, so the drying rate constant (k) for the oven drying method is higher than for sun drying. The Deff value increased with increasing drying air temperature and decreasing sample size. Increasing the sample size caused the required activation energy to increase. The activation energy values obtained were 20.230 kJ/mol for slice I and 22.006 kJ/mol for slice II. The effect of the drying method on the yield, bioactive compounds and antibacterial activity of the amla extract was also investigated. Yield of amla extract increased with increasing drying air temperature. The highest yield was obtained at 70℃ using oven drying, which was 53.47%. FTIR analysis showed that sun drying and oven drying had no qualitative effect on the bioactive compounds in amla extract. This analysis also showed that amla extract contains bioactive compounds which were validated by phytochemical analysis. The antibacterial activity of oven-dried samples at 40℃ produced the highest inhibition zone of 24.57 mm compared to the sun drying and oven drying at other temperatures. The results of process intensification of extraction using the MAE method showed that the MAE method was more effective in extracting phenolic and flavonoid compounds from amla fruit. The maximum yield (52.43%) was obtained at extraction conditions for 4 minutes, 60% ethanol concentration and 1:10 g/mL sample to solvent ratio. The amla extract produced by the maceration method has a higher antibacterial activity compared to the MAE method. The results of FTIR analysis showed that there was no significant difference in the functional groups of amla extract obtained using different extraction methods. GC-MS analysis shows that amla extract contains various bioactive compounds that are beneficial for health. Furthermore, the amla extract obtained using the MAE method at the best operating conditions was applied to anti-acne serum formulation. The anti-acne serum formulation from amla extract meets the requirements for skin care products and is safe to use, as well as having antibacterial activity against acne-causing bacteria. Keywords: Amla fruit, drying, extraction, amla extract, serum
Baca Juga : AKTIVITAS ANTIBAKTERI KEFIR SUSU KEDELAI TERHADAP PERTUMBUHAN PROPIONIBACTERIUM ACNE (DESSI ANDRIANI, 2019)