Pendistribusian dana gampong menurut pp nomor 60 tahun 2014 mengenai dana gampong yang bersumber dari apbn bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. salah satu bentuk program pembangunan gampong yaitu melalui pembentukan badan usaha milik gampong (bumg) sebagai lembaga ekonomi gampong dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang dimiliki gampong sebagai program pembangunan yang berkelanjutan. gampong baet lampuot mendirikan bumg dan mempunyai beberapa aset diantaranya yaitu: rumah sewa, depot air minum, traktor, sapi dan uang simpan pinjam, kemudian aset tersebut dikelola oleh bumg dan juga masyarakat gampong dengan tujuan untuk menciptakan gampong yang mandiri dalam meningkatkan pag dan mensejahterakan masyarakat. namun segala upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan bumg juga belum efektif sehingga tidak mencapai tujuan dengan maksimal. penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pengelolaan bumg baet lampuot serta hambatannya. teori yang digunakan adalah teori efektivitas dengan 6 indikator keberhasilan bumg yaitu kooperatif, partisipatif, inklusif, transparan, akuntabel dan sustainabel serta menggunakan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset desa oleh bumg baet lampuot belum bisa dinyatakan efektif. tidak efektifnya pengelolaan bumg ini ditandai dengan tidak terpenuhinya 6 indikator keberhasilan bumg yang penulis gunakan dalam penelitian ini. adapun faktor penghambat antara lain adalah kurangnya antusiasme dari pemerintah desa dan pengurus bumg dalam upaya memajukan bumg baet lampuot, kurangnya sosialisasi dan kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni. diharapkan ada evaluasi dari pihak pemerintah desa dan dapat mengelola bumg agar lebih serius dalam mengelola aset desa dalam wadah bumg, pemerintah desa juga harus mengadakan sosialisasi terkait pentingnya keberhasilan bumg serta mengatasi kekurangan sumber daya manusia yang ada di gampong baet lampuot dengan tujuan untuk memajukan bumg baet lampuot dan memperoleh hasil yang maksimal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ASET DESA OLEH BADAN USAHA MILIK GAMPONG BAET LAMPUOT KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2023
Baca Juga : EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL DODAIDI ANEUK DI GAMPONG BAET LAMPUOT, KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (Rizal, 2019)
Abstract
The distribution of gampong funds according to PP number 60 of 2014 regarding gampong funds originating from the APBN aims to support the implementation of community development and empowerment. One form of the gampong development program is through the establishment of a Gampong Owned Enterprise (BUMG) as a gampong economic institution in utilizing local resources owned by the gampong as a sustainable development program. Gampong Baet Lampuot established a BUMG and has several assets including: rented houses, drinking water depots, tractors, cows and savings and loan money, then these assets are managed by the BUMG and also the gampong community with the aim of creating an independent Gampong in improving PAG and welfare of the community. However, all efforts that have been made in BUMG management have also not been effective so that they have not achieved their goals optimally. This research was conducted with the aim of knowing how effective the management of BUMG Baet Lampuot is and its obstacles. The theory used is the theory of effectiveness with 6 indicators of BUMG success, namely cooperative, participatory, inclusive, transparent, accountable and sustainable and uses the method used in this study is a qualitative descriptive research method. The results of this study indicate that the management of village assets by BUMG Baet Lampuot cannot be declared effective. The ineffectiveness of BUMG management is indicated by the non-fulfillment of the 6 BUMG success indicators that the authors used in this study. The inhibiting factors include the lack of enthusiasm from the village government and BUMG management in efforts to advance BUMG Baet Lampuot, lack of socialization and lack of qualified human resources. It is hoped that there will be an evaluation from the village government and that it can manage BUMG so that it is more serious in managing village assets within the BUMG forum, the village government must also hold socialization regarding the importance of BUMG success and overcome the lack of human resources in Gampong Baet Lampuot with the aim of advancing BUMG Baet Lampuot and get maximum results.