Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam suatu pekerjaan konstruksi, karena suatu daerah tidak akan memiliki sifat tanah yang sama dengan daerah lainnya. salah satu usaha perbaikan tanah yang telah diteliti adalah stabilisasi tanah dengan menggunakan bahan semen. stabilisasi adalah memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah sehingga memenuhi persyaratan teknis tertentu. tujuan penelitian ini untuk membandingkan nilai cbr tanah sebelum dan setelah distabilisasi dengan penambahan semen. tanah yang telah distabilisasi adalah tanah yang berasal dari jalan tol sigli – banda aceh km 12, kecamatan padang tiji, kabupaten pidie, dan merupakan sampel tanah terganggu. penelitian meliputi sifat fisis dan mekanis tanah yaitu parameter pemadatan dan uji cbr. variasi penambahan semen adalah 3%, 6%, dan 9% dari berat tanah kering. hasil penelitian menunjukkan pemadatan pada tanah jalan tol sigli – banda aceh km 12 mendapatkan hasil kadar air optimum (omc) adalah 19,2%, yang dipakai pada semua variasi persentase semen pada pengujian cbr tidak terendam. nilai cbr tidak terendam mengalami kenaikan pada persentase campuran 0-6% dan mengalami penurunan pada campuran 9%. pada persentase 0% campuran nilai cbr yang didapat sebesar 2,4% naik menjadi 2,6% pada campuran 3% dan 2,889% pada campuran 6%. namun pada pesentase campuran 9%, nilai cbr mengalami penurunan sebesar 2,578%. tanah di jalan tol sigli – banda aceh km 12 masih belum bisa dipakai sebagai bahan timbunan jalan dikarenakan nilai cbr yang masih lebih kecil dari 6% walaupun sudah ditambahkan campuran semen.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SEMEN TERHADAP NILAI CBR TIDAK TERENDAM PADA JALAN TOL SIGLI - BANDA ACEH KM 12. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023
Baca Juga : STUDI PRILAKU CBR TANAH LEMPUNG ARTIFISIAL DENGAN MENGGUNAKAN STABILISASI KIMIA (Aidil Azhari, 2024)
Abstract
Soil is a very influential material in a construction work, because an area will not have the same soil properties as other areas. One of the soil treatment that has been studied is soil stabilization using cementitious materials. Stabilization is to improve the physical and mechanical properties of soil so that it meets certain technical requirements. The purpose of this research is to compare the CBR value of soil before and after stabilization with the addition of cement. The soil to be stabilized is disturbed soil sample from Sigli - Banda Aceh Highway KM 12, Padang Tiji District, Pidie Regency. The research includes physical and mechanical properties of soil, namely compaction parameters and CBR test. The variation of cement addition is 3%, 6%, and 9% of dry soil weight. The results showed that compaction of the Sigli - Banda Aceh KM 12 toll road soil obtained the optimum moisture content (OMC) of 19.2%, which was used in all variations of the percentage of cement in the Unsoaked CBR test. The Unsoaked CBR value increased at 0-6% mix percentage and decreased at 9% mix. At 0% mix percentage the CBR value obtained was 2.4%, increasing to 2.6% at 3% mix and 2.889% at 6% mix. However at 9% mixture percentage, the CBR value decreased by 2.578%. The soil on the Sigli - Banda Aceh Highway KM 12 still cannot be used as embankment material because the CBR value is still smaller than 6% even though a cement mixture has been added.