Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ULFA NURRAHMI, ATURAN JAM KERJA MALAM BAGI PEREMPUAN (STUDI FENOMENOLOGIS TERHADAP PEKERJA PEREMPUAN DI CAFE BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas FISIP,2023

abstrak sebagai salah satu ibu kota provinsi aceh yang dikenal dengan pelaksanaan syariat islam. dalam konteks masyarakat muslim di banda aceh agama mempunyai aturan dan pendapat dalam menyatakan tentang sesuatu, salah satunya ialah mengenai perempuan dan ruang publik. kehadiran perempuan di ruang publik menjadi sesuatu hal yang tidak biasa bagi masyarakat banda aceh, apalagi bagi mereka para perempuan yang bekerja pada malam hari. tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pandangan perempuan pekerja terhadap aturan jam kerja malam yang telah ditetapkan. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesetaraan gender oleh ratna megawangi. metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. aturan jam kerja malam terhadap perempuan pekerja dalam instruksi wali kota banda aceh mendapat pro dan kontra terhadap perempuan. hal itu dikarenakan mempersempit ruang gerak perempuan dan mempersulit perempuan di banda aceh dalam mencari pekerjaan. kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya jam kerja malam tersebut membatasi ruang pekerjaan terhadap perempuan, karena aturan jam kerja malam tersebut di buat di khususkan untuk perempuan pekerja malam. kemudian berdasarkan pandangan kesetaraan gender bahwa aturan jam kerja sebuah bentuk ketidakadilan gender dalam pemberian ruang bagi wanita, dikarenakan adanya batasan waktu bagi wanita untuk beraktivitas di malam hari dengan dalih melindungi wanita dari kekerasan. kata kunci: perempuan, jam kerja, kesetaraan gender



Abstract

ABSTRACT As one of the capital cities of Aceh Province, it is known for implementing Islamic law. In the context of the Muslim community in Banda Aceh, religion has rules and opinions in expressing things, one of which is regarding women and public spaces. The presence of women in public spaces is something unusual for the people of Banda Aceh, especially for women who work at night. The aim of this research is to find out how women workers view the night working hours regulations that have been set. The theory used in this research is the Gender Equality theory by Ratna Megawangi. The research method uses qualitative research methods with a phenomenological approach. The data collection techniques used were observation, in-depth interviews and documentation. The regulation on night working hours for working women in the instructions of the Mayor of Banda Aceh has pros and cons for women. This is because it narrows the space for women to move and makes it difficult for women in Banda Aceh to find work. The conclusion of this research is that the existence of night working hours limits women's employment opportunities, because the rules for night working hours are made specifically for women who work at night. Then, based on the view of gender equality, working hours regulations are a form of gender injustice in providing space for women, because there is a time limit for women to do activities at night under the pretext of protecting women from violence. Keywords: Women, Working Hours, Gender equalit



    SERVICES DESK