Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Muhammad Kamal, ANALISIS TINGKAT KESIAPSIAGAAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (STUDI KASUS DI SMAN 1 LHOKNGA DAN SMAN 1 INDRA JAYA). Banda Aceh Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan,2023

Beberapa sekolah di bagian barat dan selatan provinsi aceh terletak di pesisir pantai, kondisi ini menyebabkan sekolah termasuk dalam wilayah yang rawan gempa dan tsunami. daerah dengan kategori ini harus memiliki guru dan peserta didik dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan instansi sekolah, guru, dan peserta didik serta apakah terdapat perbedaan kesiapsiagaan pada sman 1 lhoknga dengan sman 1 indra jaya. data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. dalam penelitian ini sman 1 lhoknga memiliki populasi 27 guru dan 231 peserta didik, sman 1 indra jaya 17 guru dan 73 peserta didik. dalam menentukan sampel penelitian ini menggunakan sampel jenuh kecuali peserta didik sman 1 lhoknga yang ditetapkan 100 sampel. teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. hasil penelitian secara keseluruhan tingkat kesiapsiagaan komunitas sekolah sman 1 lhoknga termasuk kategori tinggi dan tingkat kesiapsiagaan sman 1 indra jaya tergolong kategori rendah. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan tingkat kesiapsiagaan antara sman 1 lhoknga dan sman 1 indra jaya. penelitian ini dapat memberikan dasar untuk merekomendasikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh sman 1 indra jaya untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan mereka, seperti mengadakan peraturan dan panduan, pelatihan guru dan peserta didik, perencanaan tanggap darurat, membenahi sistem peringatan dini dan infrastruktur, dan melakukan mobilisasi sumber daya yang efisien. kata kunci : kesiapsiagaan, tsunami , sekolah, guru, peserta didik



Abstract

Several schools in the western and southern parts of Aceh Province are located on the coast. This condition causes schools to be included in areas prone to earthquakes and tsunamis. Regions in this category must have teachers and students with knowledge and preparedness for earthquakes and tsunamis. This research aims to determine the level of preparedness of school institutions, teachers and students and whether there are differences in preparedness at SMAN 1 Lhoknga and SMAN 1 Indra Jaya. Data was obtained by distributing questionnaires, interviews, observation and documentation. In this study, SMAN 1 Lhoknga had a population of 27 teachers and 231 students, and SMAN 1 Indra Jaya had 17 teachers and 73 students. In determining the sample, this research used a saturated sample except for the students of SMAN 1 Lhoknga who were determined to have 100 samples. The sampling technique uses convenience sampling. Research results: Overall the level of preparedness of the SMAN 1 Lhoknga school community is in the high category and the level of preparedness of SMAN 1 Indra Jaya is in the low category. The results of this research indicate that there is a significant difference in the level of preparedness between SMAN 1 Lhoknga and SMAN 1 Indra Jaya. This research can provide a basis for recommending concrete steps that can be taken by SMAN 1 Indra Jaya to increase their level of preparedness, such as implementing regulations and guidelines, training teachers and students, emergency response planning, improving early warning systems and infrastructure, and carrying out efficient resource mobilization. Keywords: Preparedness, tsunami, school, teachers, students



    SERVICES DESK