Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Rosdiar, PELAKSANAAN FULL DAY SCHOOL DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KEAGAMAAN PESERTA DIDIK PADA SDN RNKOTA SABANG DAN SMPN KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2023

Pelaksanaan full day school dalam menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik pada sdn kota sabang dan smpn kota sabang oleh : rosdiar npm: 2109200050013 komisi pembimbing: 1. dr. bahrun, m. pd 2. dr. khairuddin, m. pd. abstrak pelaksanaan full day school merupakan program yang alternatif untuk menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik, karena full day school berarti peserta didik berada di sekolah dari pagi hari hingga sore hari. karakter keagamaan ini sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam menghadapi perubahan zaman dan degradasi moral, hal ini dilakukan untuk mendidik sesuai pada ketentuan dan ketetapan agama. adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan full day school dalam menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik pada sdn kota sabang dan smpn kota sabang. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. berdasarkan temuan penelitian, didapati bahwa: (1) program full day school dalam menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik, terdiri dari: salam pagi, membaca tiga surah sebelum pembelajaran pagi hari, membaca surah yasin dan tausiah, kotak amal jumat berkah, kelas btq, sedangkan untuk peserta didik yang beragama kristen dan budha maka akan ke rumah ibadahnya masing-masing dan dinul islam (2) adapun strategi pelaksanaan full day school dalam menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik, yaitu melalui kegiatan kokurikuler dengan mengelompokan kelas untuk kegiatan pembelajaran, yaitu kelas a(kelas tahfiz), kelas b(kelas tahsin, kelas c (kelas iqra) untuk sd, namun tidak ada pengelompokan kelas di smpn kota sabang, dalam pelaksanaan shalat secara bergiliran sesuai ruang mushala dengan imam lebih diutamakan peserta didik serta melalui kegiatan pembiasaan dan (3) hambatan-hambatan dalam pelaksanaan full day school untuk menumbuhkan karakter keagamaan peserta didik, antara lain: faktor internal yakni kurangnya kesadaran dan motivasi peserta didik untuk memulai sesuatu dari dirinya, karena peserta didik yang kelelahan belajar dari pagi hingga sore hari, lingkungan rumah yang kurang mendukung dan faktor eksternal kemajuan teknologi yaitu hp yang sering digunakan sampai batas waktu di rumah, hingga belajar sampai sore hari mengantuk dan lelah dan hafalan al quran yang banyak dalam pelaksanaan btq. kata kunci: pelaksanaan full day school dan karakter keagamaan.



Abstract

THE IMPLEMENTATION OF FULL-DAY SCHOOL MODEL IN BUILDING RELIGIOUS CHARACTER OF PUBLIC PRIMARY AND SECONDARY SCHOOL STUDENTS IN SABANG ABSTRACT (Rosdiar) The implementation of full-day school model is an alternative program to foster the religious character of students because the students will be at school from morning to evening. Students’ religious character is crucial in dealing with changing times and moral degradation based on religious values. The purpose of this study was to find out how the full-day school model is implemented in building the religious character of the students at state primary and secondary schools in Sabang City. This study used a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected through the techniques of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was in the form of a descriptive-qualitative analysis covering data reduction, presentation, and conclusion. The findings showed that (1) the full-day school program in building students’ religious character included the BTQ program (Quranic memorization or tahfidz, iqra’, tahseen, and recitation or tilawa) and congregational prayers (dhuha, dhuhur, asr) while the students who are Christians and Buddhists will go to their place of worship. In addition, (2) the strategy for implementing the full-day school model in building the religious character of students throughhabituation activities and extracurricular activities by grouping the students into three classes for learning activities for elementary schools, but there were no groupings in junior high schools. Moreover, (3) the obstacles in implementing the full-day school model to build the religious character of the students were lack of awareness and motivation of students since they were usually exhausted from studying from morning to evening without any lunch break, and there was no syllabus as a guide for the teachers in the BTQ program even though they have had a specific supervisor for the full-day school program. Keywords: Implementation, Full-day School Model, Religious Character



    SERVICES DESK