Optimalisasi pendapatan asli daerah (pad) merupakan pendapatan yang diperoleh daerah untuk meningkatkan kemandirian suatu daerah sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat. kota sabang sebagai kawasan pariwisata tentu saja memiliki peluang besar untuk berkembang dan mandiri. salah satu destinasi wisata bahari favorit di sabang adalah pantai iboih. tujuan dalam penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana optimalisasi pad yang dilakukan oleh pemerintah kota sabang melalui sektor wisata dan menganalisis kendala yang dialami dalam mengoptimalkan pad tersebut dengan menggunakan teori optimalisasi menurut machfud sidik sebagai indikatornya. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pad melalui sektor pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah kota sabang belum berjalan secara maksimal, oleh karena itu dinas pariwisata mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan aparatur desa setempat dalam mengumpulkan biaya retribusi di pantai iboih, selain itu badan pengelolaan keuangan daerah (bpkd) kota sabang bekerjasama dalam membuat sebuah sistem perhitungan pajak otomatis (tipingboy) yang dengan harapan dapat mengoptimalkan pad kota sabang, dan saat ini sudah dalam proses percobaan di beberapa tempat usaha penginapan. kemudian terdapat beberapa kendala, yaitu terkait dengan proses pemungutan biaya retribusi yang masih dilakukan secara manual dan ketimpangan konstitusi wajib retribusi di kawasan konservasi sumber daya alam (ksda). disarankan kepada dinas pariwisata kota sabang agar dapat mengupayakan langkah, cara atau proses yang lebih visioner dan sistematis dalam mengoptimalkan pad seperti memperluas basis penerimaan, memperkuat proses pemungutan, peningkatan pengelolaan penerimaan daerah, peningkatan pengawasan, meningkatkan efisiensi administrasi, penyuluhan dan sosialisasi pajak kepada pengusaha dan umkm di pantai dan destinasi lainnya. selanjutnya kepada badan pengelolaan keuangan daerah (bpkd) kota sabang agar dapat menerapkan sistem perhitungan pajak otomatis secara masif di berbagai destinasi wisata di kota sabang, khususnya pantai iboih. karena dengan adanya sistem yang lebih modern maka akan dapat memperkecil ruang terjadinya kecurangan-kecurangan terhadap penerimaan pad di kota sabang. kata kunci: optimalisasi, pad, pariwisata, kota sabang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA SABANG MELALUI SEKTOR WISATA (STUDI KASUS PANTAI IBOIH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2023
Baca Juga : PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL PADA PROGRAM WISATA HALAL DI GAMPONG IBOIH KOTA SABANG (NESSA RAHAYU, 2025)
Abstract
Optimization of Local Own Revenue (PAD) is income earned by regions to increase the independence of a region so as to reduce dependence on the central government. The city of Sabang as a tourism area certainly has great opportunities to develop and be independent. One of the favorite marine tourism destinations in Sabang is Iboih Beach. The purpose of this study is to explain how the government of Sabang City optimizes PAD through the tourism sector and analyzes what obstacles are experienced in optimizing PAD using Prima optimization theory as an indicator. This research was conducted using a qualitative method with a descriptive type. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of the study show that the Optimization of PAD through the tourism sector carried out by the City Government of Sabang has not run optimally, therefore the Tourism Office took the initiative to cooperate with local village officials in collecting retribution fees at Iboih Beach, in addition to the Regional Financial Management Agency (BPKD) The City of Sabang is collaborating in creating an automatic tax calculation system (Tipingboy) which in the hope of optimizing the PAD of the City of Sabang, and is currently in the trial process in several lodging establishments. Then there are a number of obstacles, namely related to the process of collecting fees which is still done manually and the constitutional imbalance of mandatory fees in the Natural Resource Conservation (KSDA) area. It is suggested to the Sabang City Tourism Office to seek more visionary and systematic steps, methods or processes in optimizing PAD such as expanding the revenue base, strengthening the collection process, improving regional revenue management, increasing supervision, increasing administrative efficiency, tax counseling and outreach to entrepreneurs and MSMEs in Beaches and other destinations. Furthermore, to the Regional Financial Management Agency (BPKD) for the City of Sabang to be able to implement a massive automatic tax calculation system in various tourist destinations in Sabang City, especially Iboih Beach. Because with a more modern system it will be able to reduce the space for fraud to occur in PAD receipts in Sabang City. Keywords: Optimization, PAD, Tourism, City of Sabang.
Baca Juga : OPTIMALISASI PEMANFAATAN GETAH PINUS OLEH PEMERINTAH KABUPATEN GAYO LUES DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Iskandar, 2024)