Kesejahteraan masyarakat di bidang sosial pada dasarnya merupakan keadaan sosial yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. masalah pokok kehidupan sosial ekonomi nelayan adalah tidak menentunya pendapatan serta pengelolaan pendapatan yang kurang baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan pukat cincin di kota sabang dengan menggunakan pendekatan bps dan analisis nilai tukar nelayan (ntn) di kota sabang. perolehan rentang tersebut diperoleh dari penilaian skoring dari 8 indikator badan pusat statistik 2016. indikator tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan badan pusat statistik (bps), dari 96 responden yang telah diwawancarai hasil tersebut menunjukkan bahwa nelayan di kota sabang memiliki kesejahteran yang tinggi dengan rata-rata scoring sebesar 20. hasil rata – rata pendapatan pemilik kapal di kota sabang sebesar rp 64.593.333, sedangkan abk sebesar rp 11.466.111 yang terdiri dari pendapatan perikanan dan pendapatan non perikananan. kemudian rata–rata pengeluaran pemilik kapal sebesar rp 20.022.111, sedangkan abk sebesar rp 3.753.122 yang terdiri dari biaya usaha perikanan dan biaya kebutuhan pangan. nilai tukar nelayan di kota sabang dari pemilik kapal maupun abk sebesar 3,2 dan 3,1. dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa ntn > 1. berdasarkan kriteria ini dapat disimpulkan bahwa nelayan di kota sabang memiliki potensi surplus (jumlah pendapatan lebih besar dibandingkan dengan jumlah belanja) pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan. kata kunci : kota sabang, pendapatan, pengeluaran, ntn, badan pusat statistik (bps)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PUKAT CINCIN DI KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PUKAT CINCIN DI KOTA SABANG (Mifthahul Jannah, 2023)
Abstract
Community welfare in the social field is basically a social situation that allows every citizen to be able to make ends meet. The main problem of fishermen's socio-economic life is the uncertainty of income and poor management of income. This study aims to determine the level of welfare of purse seine fishermen in Sabang City using the BPS approach and Fishermen Exchange Rate Analysis (NTN) in Sabang City. This range was obtained from the scoring of 8 indicators from the Central Statistics Agency for 2016. Indicators for the welfare level of fishermen based on the Central Statistics Agency (BPS), from 96 respondents who were interviewed, the results show that fishermen in the city of Sabang have high prosperity with an average scoring of 20. The average income of boat owners in Sabang City is Rp. 64,593,333, while crew members are Rp. 11,466,111 which consists of fishery income and non-fishery income. Then the average expenditure of ship owners is IDR 20,022,111, while crew members are IDR 3,753,122 consisting of fishing business costs and food needs. Fishermen's exchange rates in Sabang City from ship owners and crew are 3.2 and 3.1. From these results it can be seen that NTN > 1. Based on this criterion it can be concluded that fishermen in Sabang City have a surplus potential (the amount of income is greater than the amount of expenditure) of income that can meet food needs. Keywords: City of Sabang, Income, Expenditure, NTN, Central Bureau of Statistics (BPS)
Baca Juga : IDENTIFIKASI IKAN EKONOMIS PENTING HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN YANG DIDARATKAN DI SENTRA NELAYAN LHOK RUKAM TAPAKTUAN, ACEH SELATAN (Rahmatul Hayati, 2023)