Instruksi presiden republik indonesia nomor 7 tahun 2014 tentang pelaksanaan program indonesia pinatar mengamanatkan agar kartu indonesia pintar (kip) diberikan kepada masyarakat kurang mampu khususnya anak-anak yang berusia 6- 21 tahun guna mendukung kegiatan belajar dan meningkatkan semangat sekolah. setelah adanya instruksi tersebut, masih saja banyak siswa-siswi dari keluarga kurang mampu tidak merasakan beasiswa bantuan tersebut. tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana implementasi program kartu indonesia pintar terhadap kualitas pendidikan di kabupaten simeulue serta menjelaskan kendala yang dihadapi dalam implementasi kartu indonesia pintar. penelitian ini menggunakan teori mazmanian dan sabaitier (1981) sebagai pisau analisis yang meliputi clarity tujuan, implementasi kausal, implementasi organisasi, implementasi eksternal, perubahan dampak dan revisi tujuan. jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif melalui teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara dengan teknik analisis data konten analisis. hasil penelitian menunjukan bahwa, implementasi kartu indonesia pintar di kabupaten simeulue memiliki dampak yang baik bagi kualitas pendidikan di kabupaten simeulue, pada indikator clarity tujuan sudah terlihat dan mampu dipahami oleh implementator, pada indikator implementasi kausal, organisasi, eksternal masih mengalami kendala di beberapa elemen pendukung pada indikator terssebut. terdapat beberapa kendala dalam impelementasi kartu indonesia pintar kurangnya sosialisasi dan pemahaman terhadap program beasiswa, data siswa tidak valid, kurangnya pengawasan dan distribusi beasiswa. untuk itu diharapkan diharapkan dinas pendidikan simeulue lebih aktif dalam hal berkoordinasi dengan pihak sekolah-sekolah sehingga tidak terjadi lagi miskomunikasi dalam menjalankan sebuah program, kemudian harus melaksanakan sosisalisasi rutin mengenai program-program yang dilaksanakan khususnya program bantuan beasiswa guna memperluas pengetahuan dan pemahaman bagi pelaksana dan masyarakat tentang bagaimana program kip tersebut di laksanakan dan di distribusikan, serta diharapkan pemerintah daerah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan dan pengawasan terhadap implementasi program bantuan beasiswa seperti kip tersebut. sehingga tidak adanya penyelewengan atau kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang ingin meraih keuntungan sendiri.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IMPLEMENTASI KARTU INDONESIA PINTAR TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN SIMEULUE. Banda Aceh Fakultas FISIPOL,2023
Baca Juga : PENYALURAN PROGRAM INDONESIA PINTAR DI MAN 1 KABUPATEN PIDIE (Noni Maisyura, 2021)
Abstract
Instruction of the President of the Republic of Indonesia Number 7 of 2014 concerning the Implementation of the Smart Indonesia Program mandates that Smart Indonesia Cards (KIP) be given to underprivileged communities, especially children aged 6-21 years to support learning activities and increase school enthusiasm. After this instruction, there are still many students from underprivileged families who do not feel the scholarship assistance. The purpose of this research is to find out how the implementation of the Smart Indonesia Card program affects the quality of education in Simeulue Regency and to find out the obstacles encountered in implementing the Smart Indonesia Card. This study uses the theory of Mazmanian and Sabaitier (1981) as an analytical tool which includes Clarity of Purpose, Causal Implementation, Organizational Implementation, External Implementation, Changes in Impact and Revision of Goals. This type of research uses qualitative research through data collection techniques through observation, documentation and interviews with content analysis data analysis techniques. The results showed that the implementation of the Smart Indonesia Card in Simeulue Regency had a good impact on the quality of education in Simeulue Regency, on the Clarity of Purpose indicator the implementer was able to see and was able to understand, on the causal, organizational, external implementation indicators there were still problems in several supporting elements in that indicator. There are several obstacles in the implementation of the Smart Indonesia Card. Lack of socialization and understanding of the scholarship program, invalid student data, lack of supervision and distribution of scholarships. For this reason, it is hoped that the Simeulue Education Office will be more active in coordinating with schools so that there will be no more miscommunication in running a program, then must carry out routine socialization regarding the programs implemented, especially the scholarship assistance program to broaden knowledge and understanding for implementers and the community about how the KIP program is implemented and distributed, and it is hoped that the Regional Government will participate in implementing and supervising the implementation of scholarship assistance programs such as the KIP. So that there is no fraud or fraud committed by individuals who want to gain their own benefits.
Baca Juga : PERKEMBANGAN MOTIF DAN BENTUK BAJU PENGANTIN DI KABUPATEN SIMEULUE (Ainun Kharismah, 2018)