Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MISSANUR REFASESA, TABOO WORDS IN THE JAMEE LANGUAGE SPOKEN IN AIR SIALANG RNHILIR, SOUTH ACEH. Banda Aceh Fakultas FKIP,2023

Penelitian mengenai kata-kata tabu dalam bahasa jamee di air sialang hilir belum pernah dilakukan. oleh karena itu, penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan kata-kata tabu yang diucapkan oleh masyarakat air sialang hilir aceh selatan. teknik yang digunakan adalah wawancara bebas diikuti dengan pertanyaan terbuka untuk menangkap penjelasan responden tentang kata-kata tabu. data dianalisis menggunakan teori miles, huberman, dan saldana (2014) yaitu kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. peneliti menemukan 23 kata yang berhubungan dengan tabu julukan, 9 kata yang berhubungan dengan tabu kata-kata kotor, 4 terkait dengan tabu vulgar, dan 5 terkait dengan tabu cabul. kesimpulannya masyarakat air sialang hilir menghindari kata-kata yang menimbulkan kemarahan, sakit hati, hinaan, dan keburukan julukan yang disematkan pada manusia, masyarakat air sialang hilir masih menjunjung tinggi agama dan nilai-nilai budaya; mereka menghindari kata-kata yang mendiskreditkan agama dan budaya. sepuluh penutur asli bahasa jamee berpartisipasi dalam penelitian ini: delapan perempuan dan dua laki-laki. delapan di antaranya adalah pegawai negeri sipil (pns), dan delapan sisanya adalah petani. kata kunci: kata-kata tabu, air sialang hilir, aceh selatan.



Abstract

The research on taboo words in the Jamee language in Air Sialang Hilir has yet to be conducted, and thus, this qualitative study aimed to find taboo words spoken by the people of Air Sialang Hilir South Aceh. The technique used was the free interview followed by an open-ended question to capture participants' explanations of taboo words. The data was analyzed using Miles, Huberman, and Saldana (2014), namely data condensation, data display, conclusion drawing, and verification. The researcher found 23 words related to the taboo of epithets, 9 related to the taboo of profanity, 4 related to the taboo of vulgarity, and 5 related to the taboo of obscenity. So that, the people of Air Sialang Hilir avoid words that cause anger, hurt, humiliation, and bad nicknames pinned on humans, the Air Sialang Hilir community still upholds religious and cultural values; they avoid words that discredit religion and culture. Ten local speakers of the Jamee language participated in this research: eight females and two males. Eight of them are civil servants, and the remaining eight are farmers. Keywords: Taboo Words, Air Sialang Hilir, South Aceh.



    SERVICES DESK