Terdapat keterbatasan data dan informasi mengenai jumlah hasil tangkapan serta cara penanganan induk udang windu di kuala bugak kabupaten aceh timur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan induk udang windu yang meliputi ukuran panjang karapas, selang ukuran, perbedaan induk udang windu jantan dan induk udang windu betina serta mengetahui cara penanganan induk udang windu mulai dari penangkapan hingga didaratkan. penelitian ini dilaksanakan pada bulan april dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan pengukuran. analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis selang kelas. hasil dari penelitian ini diketahui jumlah hasil tangkapan sebanyak 260 indvidu dengan total berat 43010 gr. hasil tangkapan didominasi oleh induk udang windu betina dengan jumlah 225 individu dan berat totalnya mencapai 40151 gr, sedangkan induk udang windu jantan hanya berjumlah 35 individu dengan total berat mencapai 2859 gr. berdasarkan data hasil penelitian, hasil tangkapan induk udang windu betina memiliki ukuran mulai dari 22 cm hingga 29,2 cm dan memiliki berat mulai dari 138 gr hingga 260 gr. sedangkan pada induk udang windu jantan memiliki ukuran mulai dari 18,5 cm hingga 20,1 cm dengan berat mulai dari 65 gr hingga 100 gr. cara penanganan yang dilakukan nelayan kuala bugak terhadap induk udang windu adalah dengan meletakkan hasil tangkapan kedalam kantong jaring secara perlahan, kemudian kantong jaring diikat pada bagian luar badan kapal sehingga induk udang windu masih terkena air laut. hal ini dilakukan agar induk udang tetap dalam keadaan fresh. setelah pendaratan, induk udang windu akan diletakkan kedalam kantong sementara. kantong tersebut diisi dengan air laut dan diberi es agar induk udang windu masih mendapatkan oksigen dan tetap fresh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI HASIL TANGKAPAN INDUK UDANG WINDU (PENAEUS MONODON, FABRICIUS 1798) YANG DIDARATKAN DI KUALA BUGAK, ACEH TIMUR.. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2023
Baca Juga : PEMETAAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DI PERAIRAN KUALA BUGAK KABUPATEN ACEH TIMUR (Aan Septy Varhan, 2025)
Abstract
There are limited data and information regarding the number of catches and how to handle tiger prawn broodstock in Kuala Bugak, East Aceh District. This study aims to determine the number of catches of tiger prawn brooders which include carapace length, size interval, differences between male tiger prawns and female tiger prawns and find out how to handle tiger prawn broodstock from capture to landing. This research was conducted in April using observation, interview and measurement methods. Data analysis used in this research is descriptive analysis and class interval analysis. The results of this study revealed that the number of catches was 260 individuals with a total weight of 43010 gr. The catch was dominated by female tiger prawns with a total of 225 individuals and a total weight of 40151 grams, while the male tiger prawns only numbered 35 individuals with a total weight of 2859 gr. Based on research data, the catches of female tiger prawns range in size from 22 cm to 29,2 cm and weigh from 138 grams to 260 grams. Meanwhile, male tiger prawns have sizes ranging from 18,5 cm to 20,1 cm with weights ranging from 65 grams to 100 grams. The handling method carried out by Kuala Bugak fishermen for tiger prawn broodstock is by slowly placing the catch into a net bag, Then the net bag is tied to the outside of the hull so that the main tiger prawns are still exposed to seawater. This is done so that the mother shrimp remains fresh. After landing, the parent tiger prawns will be placed in a temporary bag. The bag is filled with seawater and given ice so that the tiger prawn parents still get oxygen and stay fresh.