Ketidaksetaraan gender pada umumnya sering dialami oleh perempuan, yang mengakibatkan keterbatasan perempuan dalam memperoleh haknya. masyarakat sering membedakan peran antara laki-laki dan perempuan dalam bidang pendidikan dan publik seperti ekonomi dan politik. ketidaksetaraan gender juga sering ditemui pada organisasi mahasiswa di perguruan tinggi. meskipun aturan mengenai kesetaraan gender tersebut sudah ada dalam ruang lingkup akademik, namun peran wanita dalam pendidikan dan berorganisasi masih sangat minim, padahal kesempatan bagi kaum perempuan sudah sangat terbuka lebar dalam ranah pendidikan dan organisasi. penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan bagaimanakah kesetaraan gender pada organisasi mahasiswa fakultas teknik universitas syiah kuala. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni hanya terbatas pada bahasan untuk menggambarkan suatu masalah, keadaan atau peristiwa secara objektif, sistematis dan cermat melalui metode wawancara untuk pengumpulan data. teori yang digunakan yaitu nurture yang berfokus pada peran, fungsi, tanggung jawab pemimpin dalam organisasi. pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sedangkan untuk menganalisis data dengan cara pencandraan (deskripsi) dan penyusunan transkrip interview. hasil penelitian menunjukkan kesetaraan gender sebagai pemimpin pada organisasi badan eksekutif fakultas teknik universitas syiah kuala, belum terwujud sepenuhnya. hal ini dikarenakan masih terdapatnya bias gender, pengalaman leadership yang sangat minim dan sarana prasarana yang belum mendukung. kata kunci: kesetaraan gender, bem, kepemimpinan, teori nurture
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KESETARAAN GENDER PADA ORGANISASI MAHASISWA FAKULTAS RNTEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas FISIPOL,2023
Baca Juga : PENGARUH TERPAAN INFORMASI FEMINISME TERHADAP KESADARAN KESETARAAN GENDER DI INDONESIA (SURVEI PADA PENGIKUT AKUN INSTAGRAM @MUBADALAH.ID) (ASRI MIRANDA, 2023)
Abstract
Gender inequality in general is often experienced by women, which results in women's limitations in obtaining their rights. Society often distinguishes the roles between men and women in educational and public fields such as economics and politics. Gender inequality is also often found in student organizations in universities. Although the rules regarding gender equality already exist in the academic scope, the role of women in education and organization is still very minimal, even though opportunities for women are very wide open in the realm of education and organizations. This study aims to describe how gender equality is in the student organization of the Faculty of Engineering, Syiah Kuala University. This research uses the descriptive qualitative method, which is only limited to discussion to describe a problem, situation, or event objectively, systematically, and carefully through interview methods for data collection. The theory used is nurture which focuses on the roles, functions, and responsibilities of leaders in the organization. The selection of informants in this study used the purposive sampling method, while to analyze the data using description and preparation of interview transcripts. The results showed that gender equality as a leader in the Executive Board of the Faculty of Engineering, Syiah Kuala University, has not been fully realized. This is because there is still gender bias, very minimal leadership experience, and an infrastructure that is not yet supportive. Keywords: Gender equality, BEM, Leadership, Nurture Theory
Baca Juga : PENGARUH WEBSITE QUALITY TERHADAP EWOM MELALUI CONSUMER ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA LAZADA.CO.ID) (Ulul Azmi, 2017)