Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
CHARNOVA DINDA NATASYA, ANALISIS SEMIOTIK PERTUNJUKAN TEATER MONOLOG “JANGAN TERLALU DALAM” KARYA ISWADI PRATAMA. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2023

Pertunjukan teater atau monolog merupakan bentuk sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu dalam berbagai tema cerita yang isinya berupa realitas sosial, struktur sosial, eksplisit, melalui gerakan yang bisa dipahami oleh penonton dalam gerakan isyarat, ekspresi, gesture, mimik wajah, sikap, tanda dan lambang-lambang, serta audiovisual. peneliti mengangkat judul “analisis semiotik pertunjukan teater monolog “jangan terlalu dalam” karya iswadi pratama. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pesan-pesan nonvebal yang terkandung dalam pementasan monolog “jangan terlalu dalam” dengan menggunakan analisis semiotika rolland barthes berpusat pada pemaknaan tanda secara denotasi, konotasi dan mitos. jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik dokumentasi. data primer dalam penelitian ini diperoleh dari video yang diunggah pada akun youtube teater muda berkibar yang berdurasi 13:32 menit dan terdapat 28 scene yang dianalisis oleh penulis. dari hasil penelitian, peneliti menemukan enam bentuk komunikasi nonverbal yang meliputi ekspresi, gesture, posture, sentuhan, vokalik, dan artifaktual. beberapa scene memperlihatkan tanda yang memiliki makna kebahagiaan, rasa terkejut, kecemasan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. melalui masing-masing tanda tersebut memiliki keterkaitan yang kemudian memunculkan makna-makna emosi dan makna yang mengandung kritik sosial kepada orang tua maupun anak. saran kepada orang tua yaitu diharapkan dapat mengontrol anak dalam penggunaan teknologi dengan cara yang baik, seperti senantiasa mendampingi anak, dan bukan langkah-langkah yang memaksa. kata kunci : semiotika, monolog, nonverbal, jangan terlalu dalam



Abstract

The theater performances or monologues are means of communication to convey certain messages in various story themes whose content is social reality, sosial structure, explicit, through movements that can be understood by the audience in gestures, expressions, postures, facial expressions, attitudes, signs, symbol and audiovisuals. The researcher raises the title “Semiotic analysis of monologue theatrical performances “Jangan Terlalu Dalam” by Iswadi pratama. The purpose of this study is to find out how the nonverbal messages contained in the staging of the monologue “Jangan Terlalu Dalam” by using semiotic analysis of Rolland Barthes which is centered on meaning sign in denotation, connotation, and myth. The type of research is descriptive qualitative using dokumentation techniques. Primary data in this study were obtained from videos uploaded on Teater Muda Berkibar YouTube account wich have 13:32 minutes duration and there are 28 scene analyzed by the author. The result of the study, researchers found six forms of nonverbal communication which include expressions, gestures, postures, touchm vocals, and artifact. Several scene show signs that have meaning of happiness, surprise, anxiety, anger, sadness, disgust, criticism, interest, amazement, and determination. Through each of these signs there is a connection which then gives rise to emotional and contain social criticism meanings to parents and children. Suggestions for parents are expected to be control the children in using technologgy in a good way, such as always accompanying them, and not by forceful steps. Keywords: Semiotic, Monologue, Nonverbal, Jangan Terlalu Dalam



    SERVICES DESK