Pelabuhan perikanan harus memberikan pelayanan yang optimal dalam kegiatan operasional terutama untuk aktivitas penangkapan ikan, oleh karena itu air bersih memiliki peran yang penting bagi pelabuhan perikanan yang harus mendapat perhatian khusus. hal tersebut dikarenakan air bersih merupakan perbekalan utama yang diperlukan saat melakukan aktivitas penangkapan. air persih dipergunakan nelayan untuk air minum, memasak bahan makanan, mandi, mencuci pakaian, mencuci hasil tangkapan dan pencucian palka kapal. penelitian dilakukan di pelabuhan perikanan samude (pps) bungus yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan samudera (pps) di indonesia, yang terletak di teluk bungus, kelurahan labuhan tarok, kecamatan bungus, teluk kabung, kota padang, provinsi sumatera barat. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menganalisa tingkat kebutuhan air bersih yang diperlukan nelayan untuk aktivitas penangkapan. analisis data pada penelitian ini berfokus pada kebutuhan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan. berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan jumlah kebutuhan air bersih untuk melaut, dan aktivitas penangkapan ikan secara teoritis di pps bungus sebesar 118.800,85 ton/tahun yang meliputi kebutuhan air bersih untuk melaut sebesar (kam) 6.275,55 ton/tahun, untuk pencucian hasil tangkapan sebesar (kai) 112.343,588 ton/tahun dan untuk pencucian palka (kap) sebesar 181,72 ton/tahun dan kebutuhan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan secara aktual yaitu 2.171,5 ton/tahun yang hanya terdiri dari kam karena kebutuhan air bersih untuk pencucian hasil tangkapan dan pencucian palka menggunakan air kolam labuh. kata kunci: pelabuhan perikanan, air bersih, tingkat kebutuhan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS SUMATERA BARAT. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1),2023
Baca Juga : STUDI USAHA PENANGKAPAN IKAN HIU DENGAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA BANDA ACEH (Leni Afriani, 2019)
Abstract
Fishing ports must provide optimal service in operational activities, especially for fishing activities, therefore clean water has an important role for fishing ports that must receive special attention. This is because clean water is the main supply needed when carrying out fishing activities. Clean water is used by fishermen for drinking, cooking food, bathing, washing clothes, washing catches and washing ship holds. The research was conducted at the Bungus Fishery Port (PPS), which is one of the Ocean Fishery Ports (PPS) in Indonesia, located in Bungus Bay, Labuhan Tarok Village, Bungus District, Teluk Kabung, Padang City, West Sumatra Province. The method used in this research is a case study method by analyzing the level of clean water needed by fishermen for fishing activities. Data analysis in this study focuses on the need for clean water for fishing activities. Based on the results of calculations that have been carried out, the total need for clean water for going to sea, and theoretical fishing activity in PPS Bungus is 118,800.85 tons/year which includes the need for clean water for going to sea of (KAM) 6,275.55 tons/year, for washing produce catch of (KAI) 112,343.588 tons/year and for washing the hold (KAP) of 181.72 tons/year and the actual need for clean water for fishing activities is 2,171.5 tons/year which only consists of KAM due to water needs clean for washing catches and washing holds using anchor pond wat. Keywords: Fishing Port, Clean Water, Demand Level
Baca Juga : TINGKAT KEPATUHAN NELAYAN TERHADAP PENGGUNA VESSEL MONITORING SYSTEM (VMS) DI PANGKALAN PSDKP LAMPULO BANDA ACEH (Fajar Amal Nuri, 2025)