Cyberloafing adalah perilaku karyawan yang menggunakan waktu kerja mereka untuk mengakses internet secara pribadi yang tidak memiliki kaitan dengan tugas pekerjaan. penelitian tentang cyberloafing telah menjadi topik menarik karena peran internet yang semakin dominan dalam lingkungan kerja. tujuan penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang perilaku cyberloafing, bentuk dan juga faktor yang mempengaruhi pada pegawai diskominsa aceh. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara secara langsung,observasi,serta dokumentasi. penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh max weber sebagai pisau analisis. adapun empat tindakan yang dimaksud weber yaitu rasionalitas instrumental,rasionalitas nilai,afeksi dan tradisional. dari hasil observasi dan analisis yang telah dilakukan peneliti dengan teori tindakan sosial ditemukan bahwa tindakan cyberloafing ini memiliki nilai positif maupun negatif tergantung dilakukannya sesuai dengan porsinya ataupun tidak, jika perilaku ini dilakukan secara berlebihan dampak buruk kepada karyawan maupun kantor. setelah itu perilaku ini muncul juga ditentukan oleh kebutuhan untuk beristirahat dan refreshing dalam bekerja. adapun motif yang mendasari pegawai untuk melakukan tindakan cyberloafing tersebut dibagi menjadi empat tipe tindakan yang dikemukan oleh weber yang meliputi (rasionalitas instrumental) dikatakan bahwa seorang pegawai melakukan tindakan cyberloafing ini dikarenakan hanya semata untuk mencapai tujuannya, (rasionalitas nilai) kalau pada konteks ini pegawai mengatakan bahwa cyberloafing memiliki nilai-nilai yang bersifat positif yang tersirat di dalamnya.(tindakan afeksi) di mana tindakan ini bisa muncul dikarenakan pegawai didasari oleh kondisi-kondisi yang bersifat oleh dorongan perasaan semata. dan yang terakhir tindakan tradisional dalam hal ini pegawai melakukan perilaku ini dikarenakan perilaku ini merupakan hal yang lumrah dan sudah sering terjadi pada kantor manapun. kata kunci : cyberloafing, pegawai negeri, tindakan sosial
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERILAKU “CYBERLOAFING” PADA APARATUR SIPIL NEGARA DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS CYBERLOAFING PADA ASN DI DINAS KOMUNIKASI, INFORMASI DAN PERSANDIAN ACEH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2023
Baca Juga : HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA (Putri Nadila Fahmi, 2023)
Abstract
Cyberloafing is an employee behavior where they use their work hours to access the internet for personal purposes unrelated to their job tasks. Research on cyberloafing has become an intriguing topic due to the increasingly dominant role of the internet in the workplace. The purpose of this study is to delve deeper into cyberloafing behavior, its forms, and the influencing factors among employees of Diskominsa Aceh. This study employs a qualitative research method with data collection techniques including direct interviews, observations, and documentation. The study utilizes the social action theory proposed by Max Weber as an analytical framework. The four types of actions suggested by Weber are instrumental rationality, value rationality, affectual, and traditional. Based on the observations and analyses conducted by the researcher using the social action theory, it is found that cyberloafing behavior can have both positive and negative consequences depending on whether it is done in moderation or excessively. If this behavior is carried out excessively, it can have negative impacts on both the employees and the organization. Furthermore, this behavior is also influenced by the need for rest and refreshment during work. The underlying motives for employees engaging in cyberloafing are categorized into four types of actions proposed by Weber, which include instrumental rationality, where an employee engages in cyberloafing solely to achieve their goals; value rationality, where employees express positive values associated with cyberloafing; affectual action, where the behavior arises from emotional impulses; and lastly, traditional action, where employees engage in this behavior due to its commonplace nature and its frequent occurrence in various workplaces Keywords: Cyberloafing, Goverment Employees, Social Action
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN PEKERJAAN DENGAN CYBERLOAFING PADA KARYAWAN ADMINISTRASI DI BANDA ACEH (FEBRINA ULANDARI, 2019)