Perkembangan industri konstruksi yang ada di indonesia berkembang sangat pesat. mengingat indonesia merupakan negara yang sangat rawan gempa, maka penggunaan beton ringan merupakan alternatif yang baik. ferosemen dapat berinovasi dengan beton ringan salah satunya beton busa yang dinamakan menjadi ferrofoam concrete. beton busa adalah salah satu jenis beton ringan yang komposisinya terdiri dari semen, air, foam agent dan penambahan pozzolan 10%. keuntungan dari penggunaan beton ringan busa adalah kemampuannya yang tinggi dalam memikul beban, beratnya ringan, dan mudah diproduksi. namun kendala yang dimiliki beton ringan adalah kuat tarik yang rendah dan bersifat getas. maka salah satu cara untuk mendapatkan kuat tarik yang baik ialah menambahkan wiremesh kedalam beton ringan. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kuat tarik dan pola retak pada pelat ferrofoam concrete terhadap variasi lapisan tulangan wiremesh. pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik pada pelat ferrofoam concrete yang berukuran panjang 400 mm, lebar 100 mm dan tebal 20 mm dengan menggunakan alat universal tensile testing machine. berdasarkan hasil penelitian kuat tekan (lampirkan difulltext) = 20,92 mpa dan kuat tarik belah (lampirkan difulltext)= 2,33 mpa. hasil pengujian terhadap pelat diperoleh bahwa jumlah lapisan wiremesh mempengaruhi daktilitas dan kekuatan ferrofoam concrete yang dapat dilihat pada saat retak awal terjadi. beban retak awal yang terjadi pada pelat ferrofoam concrete untuk kondisi 2 lapis wiremesh adalah 100 kg, 3 lapis wiremesh adalah 550 kg dan 4 lapis wiremesh adalah 100 kg. beban maksimum yang mampu dipikul oleh pelat dengan kondisi 2 lapis wiremesh adalah 550 kg, untuk 3 lapis adalah 900 kg dan 4 lapis wiremesh adalah 1100 kg. jumlah lapisan wiremesh juga mempengaruhi jumlah retak yang terjadi, yaitu semakin banyak jumlah lapisan wiremesh maka semakin banyak pula jumlah retak yang terjadi pada pelat. kata kunci: pelat ferrofoam concrete, variasi lapisan wiremesh, kapasitas tarik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAPASITAS TARIK PELAT FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI TULANGAN WIREMESH. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023
Baca Juga : KAPASITAS IMPACT PELAT FERROFOAM CONCRETE BERSERAT NILON DAN BERSERAT POLYPROPYLENE (FAKHRI HADI ALHAS, 2021)
Abstract
The development of the construction industry in Indonesia has progressed rapidly. Considering that Indonesia is a country highly susceptible to earthquakes, the use of lightweight concrete has emerged as a favorable alternative. Ferosement has innovated with lightweight concrete, one of which is foam concrete known as ferrofoam concrete. Foam concrete is a type of lightweight concrete composed of cement, water, foam agent, and an addition of 10% pozzolan. The advantage of using lightweight foam concrete lies in its high load-bearing capacity, light weight, and ease of production. However, lightweight concrete faces challenges such as low tensile strength and brittleness. Hence, one approach to achieving good tensile strength is by incorporating wiremesh into lightweight concrete. This study was conducted to determine the influence of tensile strength and crack patterns on ferrofoam concrete slabs with varying layers of wiremesh reinforcement. The testing involved tensile tests on ferrofoam concrete slabs measuring 400 mm in length, 100 mm in width, and 20 mm in thickness, using a universal tensile testing machine. Based on the research results, the compressive strength was (lampirkan difulltext) = 20,92 MPa, and the split tensile strength was (lampirkan difulltext) = 2,33 MPa. The testing results on the slabs showed that the number of layers of wiremesh affected the ductility and strength of ferrofoam concrete, which could be observed during the initial cracking. The initial cracking load on the ferrofoam concrete slab was 100 kg for the condition of 2 layers of wire mesh, 550 kg for 3 layers of wire mesh, and 100 kg for 4 layers of wiremesh. The maximum load that the slab could bear for the condition of 2 layers of wiremesh was 550 kg, 900 kg for 3 layers, and 1100 kg for 4 layers of wiremesh. The number of wiremesh layers also influenced the number of cracks that occurred; the more layers of wiremesh, the greater the number of cracks on the slab. Keywords: Ferrofoam concrete plates, wiremesh layers variations, tensile capacit
Baca Juga : KAPASITAS LENTUR PELAT LANTAI PRACETAK PROFIL KANAL (U) BETON BUSA AKIBAT VARIASI TULANGAN TARIK (Zulfan Effendi, 2024)